Mohon tunggu...
Miina Rahmawatti
Miina Rahmawatti Mohon Tunggu... Communication Student

Menulis Membuka Pikiran

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Nilai Indeks Standar Pencemaran Udara Jakarta Selalu Berubah Semenjak Pandemi Covid-19

19 Maret 2021   14:04 Diperbarui: 19 Maret 2021   14:23 44 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nilai Indeks Standar Pencemaran Udara Jakarta Selalu Berubah Semenjak Pandemi Covid-19
ISPU Jakarta 19 Maret 2021. ISPUnet KLHK

 Nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Jakarta tidak stabil saat berada pada level sedang selama pandemi Covid-19.

Per pukul 12.00 tanggal 19 Maret 2020, Nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Jakarta berada di level sedang, yaitu 86. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan hari sebelumnya, yaitu 98.

Walaupun angka ini terus berubah setiap harinya, namun nilai ISPU DKI Jakarta tetap stabil berada di level sedang. Dengan Polutan utama yaitu PM2,5.

Dengan angka yang tidak stabil, Nilai ISPU hari sebelumnya hampir menyentuh level tidak sehat. 

Menurut Permen LHK No. 14 Tahun 2020, kategori level sedang berada pada angka 51 - 100. Sedangkan level tidak sehat berada pada angka 101 - 199.

Dibandingkan dengan kota lainnya di Indonesia, nilai ISPU DKI Jakarta termasuk berada pada tingkat tertinggi. Disusul Kota Medan dan Kota Malang dengan masing-masing nilai 79 dan 75, berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta ternyata memberikan perubahan terhadap kualitas udara Jakarta.

Membandingkan dengan Indeks Kualitas Udara (IKU) Jakarta tahun 2019, DKI Jakarta memiliki nilai kurang baik, yaitu sebesar 67,97.

Perubahan kualitas udara Jakarta mulai terjadi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilaksanakan mulai April 2020. Nilai IKU Jakarta langsung berada pada level sedang dan baik.

Perubahan ini ditandai dengan warna langit Jakarta menjadi cerah dan bebas dari kabut.

MR

VIDEO PILIHAN