Mohon tunggu...
Pandora
Pandora Mohon Tunggu... Dont judge book by its cover

Masih single, jomblo fisabilillah

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Pertukaran Budaya Warga Asing dari Armenia di Kampung Edukasi Ngepeh

15 September 2019   21:30 Diperbarui: 15 September 2019   21:32 0 0 0 Mohon Tunggu...
Pertukaran Budaya Warga Asing dari Armenia di Kampung Edukasi Ngepeh
dokpri

Pertukaran budaya warga asing dari Armenia di Kampung Edukasi Ngepeh
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang pada masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi sehingga hari kita dapat menyaksikan berbagai macam budaya yang ada baik dalam skala regional, nasional maupun internasional.  

Seperti hal nya kegiatan hari ini (12/09) yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Praktikum II Jurusan Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang yang bekerja sama dengan American Corner (AMCOR) yang mendatangkan Warga Negara Asing ke Kampung Edukasi Ngepeh.
Kegiatan yang dilakukan yaitu mengenalkan budaya berupa permainan tradisional salah satunya  di Kawasan Dusun Ngepeh atau lebih dikenal dengan kampung Edukasi Ngepeh Malang yakni permainan ''Bentengan'', permainan yang mulai luntur dari daftar permainan anak anak Indonesia hari ini.
Adapun makanan khas dan aktifitas warga Ngepeh yang juga di perkenalkan kepada Mrs. Sona selaku warga asing yang berkunjung sore itu.   Antusias anak-anak memperkenalkan budayanya juga langsung dipraktekkan dan disaksikan oleh Mrs. Sona. Tanggapan Mrs. Sona terhadap permainan ini sangat baik '' anak-anaknya lucu, periang dan ramah. Mencintai kekhasan daerahnya sendiri'' tangkas Mrs. Sona.    

dokpri
dokpri
Mrs. Sona , selaku Warga asing juga memperkenalkan kebudayaan yang ada di Negaranya Armenia, yakni makna bendera, tarian tradisonal dari Armenia yang bernama Yarkhushta yaitu sebuah tarian bela diri, Patung khas negaranya dan sumber daya alam yang melimpah yang ada di negaranya. Disitu Mrs. Sona menjelaskan kepada anak-anak dusun Ngepeh bagaimana budaya dan kearifan lokal yang ada di Armenia ,  Armenia terletak di perbatasan Eropa-Asia yang wilayahnya terjepit oleh negara lain.

Tujuannya tentu saja tidak lepas dari saling mengetahui perbedaan atas kebudayaan yang ada. Kegiatan ini juga didasari oleh minimnya pengetahuan masyarakat terhadap budaya asing.  Kegiatan ini juga di wadai oleh komunitas Omah sinau yang bergerak di bidang literasi. ''Ucapan terima kasih kepada mahasiswa Kesejahteraan Sosial yang sudah menghadirkan warga Asing ke Dusun Ngepeh Desa Ngijo untuk saling bertukar pengetahuan berkenaan dengan kebudayaan. Anak-anak begitu antusias sembari mereka juga mencoba mempelajari Bahasa Inggris bersama Mrs. Sona.''