Dhe Amanda
Dhe Amanda editor, penulis lepas, dan konselor sebaya

Menulis karena saya suka. Seorang editor, penulis lepas, konselor sebaya, dan saat ini sedang merawat ibu yang menderita Alzheimer.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Altruis

19 Juni 2013   09:55 Diperbarui: 24 Juni 2015   11:46 858 4 1

Altruis adalah lawan dari kata egois. Seorang yang altruis biasanya bersikap untuk tidak mementingkan kepentingan dirinya pribadi. Tindakan-tindakan yang ia lakukan bisa berpusat kepada alasan ingin selalu memajukan kesejahteraan orang lain, dan ia sama sekali tidak meminta/ berharap imbalan apa-apa untuk dirinya sendiri.



Perilaku altruis banyak diperbincangkan di dalam banyak agama (dan kepercayaan), oleh karena inilah sebuah teladan sikap yang terpuji. Motivasi altruis adalah sesuatu yang baik.

Yang perlu diperhatikan, altruis bukanlah sebuah tindakan yang mengorbankan diri sendiri. Ciri-ciri altruis adalah peduli, ikhlas, rela berkorban dan mementingkan kebersamaan.

Orang altruis bukanlah seorang pribadi pasif yang menganggap dirinya adalah korban yang tidak berdaya—yang rela mengorbankan dirinya sendiri sampai-sampai ia bersikap inferior kepada dirinya sendiri. Kebanyakan, orang altruis adalah seorang yang telah memiliki kepribadian positif, sehingga ia tahu bahwa sikap/perilaku altruisnya sungguh-sungguh lahir dari kerelaan diri untuk melihat kesejahteraan bersama.

Orang altruis mengerti makna memilih. Bahwa ia punya pilihan dan ia memilih untuk bersikap peduli, rela berkorban, demi sebuah kepentingan/kesejahteraan bersama, dan ini ia lakukan dengan sikap ikhlas.

Orang altruis bukanlah seorang yang manipulatif. Ia tidak melakukan sebuah kebaikan dengan motivasi tersembunyi yang hanya bersumber kepada kepentingan pribadi.

Altruis adalah sikap positif yang juga berkaitan erat dengan integritas, sifat jujur, rendah hati dan murah hati.

(disarikan dari berbagai sumber)