Mohon tunggu...
Meri Rajagukguk
Meri Rajagukguk Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pertukaran

Hobby saya bikin konten dan bernyanyi.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

"Kampung Unik" Kampung Adat Cirendeu Bandung

2 November 2022   17:52 Diperbarui: 2 November 2022   18:44 216
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jika sudah berbicara mengenai kenyakinan pastinya rasa luka  yang kita dapatkan bagi anak jaman sekarang . Hal itu adalah yang dipermasalahkan dalam menjalin hubungan, Asekk. Namun kali ini kita tidak membahas tentang pasangan ya , Namun membahas kampung adat atau disebut sunda wiwitan Ada apa sih di dalam kampung adat ?

 Kampung Adat yang terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan. Mengapa dikatakan kampung Adat cirendeu ? ''cirendeu berasal dari kata ''Ci atau 'Cai yang berarti air, sedangkan kata Reundeu , berasal nama pohon reundeu. Pohon reundeu sendiri dikenal sebagi pohon yang daunnya merupakan bahan baku obat herbal. 

Dalam program pertukaran mahasiswa kami mengunjungi kampung yang begitu unik menurut saya, dimana kampung terletak di kaki gunung -- gunung. salah satu gunung disana  adalah puncak salam. Yang menjadi  ciri khas kampung ini adalah memiliki agama tersendiri yang tidak  diakui di indonesia. Namun Kampung  cirendeu adalah salah satu tempat kunjungan banyak orang di bandung , seperti tempat para peneliti untuk menyusun skripsi dan menjadi tempat untuk healing memandang keindahan gunung.  

Kampung adat cirendeu atau disebut sunda wiwitan memiliki agama tersendiri dikampung tersebut. Tidak menganut agama -- agama indonesia baik, islam, ataupun non islam. Jadi mereka memiliki agama tersendiri , agama ini mungkin belum dikenal orang dan tidak diakui oleh indonesia . Masyarakat disana memuja alam itu sebagai bentuk ibadah ataupun itulah bentuk cara mereka beribadah dengan Tuhan. 

Sesuai hasil wawancara ataupun pertanyaan yang kami ajukan bahwa mereka sudah sejak dahulu melakukan hal tersebut mulai dari nenek moyang  sampai keturunan mereka. Di dalam ibadah mereka tidak ada hari hari tertentu untuk ibadah misalnya hari jumat ibadah tidak melainkan setiap kapan mereka mau itu bisa, jadi tidak di tetapkan. Namun di dalam KTP masyarakat disana menggunakan agama islam. Mengapa hal itu dilakukan agar diakui di indonesia. Namun itu hanya sebatas tercantum saja.

Dokpri
Dokpri

Kampung adat cirendeu sesuai dengan namanya kampung adat bahwa kampung ini memiliki nilai nilai adat yang sangat lengket yaitu adat sunda. Mulai dari pakaian, alat musik tradisional serta dalam tradisi kematian, kebahagian dan lain sebagainya. Alat musik di kampung ini adalah yang paling khas adalah angklung buncis. 

Angklung buncis ini menggunakan tangga nada pentatonis yaitu da, mi,na, ti,la. Menurut sejarah kata ada angklung ada 2 yaitu Angklung terdiri dari kata '' ANG'' angkleng -- angkelengan dibawa  berjalan, ''Klung '' berarti  menggeratarkan. Jadi masyarakat disana sangat melestarikan alat musik tradisional yang ditinggalkan oleh nenek moyang mereka. Bukan hanya itu melesatarikan bahasa dan aksara. secara fisik angklung buncis memiliki 2 dan 3 tabung berbeda dengan angklung lainnya. 

Secara filosofis Yang dimana kedua tabung itu menyimbolkan berpasangan -- pasangan  dan memiliki arti yaitu bahwa di dunia ini pasti ada perempuan dan laki- laki, ada atas,bawah dan lainya. Yang 3 batang dalam angklung buncis itu  memiliki filosofis berarti bahwa kita dunia harus tritantu, ketentuan dinagara, ketentuan naraga, dan di buana. Arti ''dinagara ''itu adalah kita  harus patuh terhadap negara kita,'' dinaraga '' itu kita harus mencintai terhadap dirikita sendiri dan ''dibuana'' yaitu harus menjaga alam kita.

Kampung ini juga terkenal tidak mengonsumsi beras sebagai bahan pokok makanan  jadi apa yang mereka makan?  Nah yang mereka konsumsi adalah singkong. Pada jaman dahulu  bangsa belanda merampas padi kampung tersebut jadi masyarakat disana menanam singkong sebagai penganti beras masyarakat dahulu takut anak- anak tidak makan maka mereka menanam singkong sebanyak banyak untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dan itu masih berlaku hingga sekarang. 

Semua golongan yang tua , muda bahkan anak -- anak mereka sudah dibiasakan makan singkong sebagai pengganti beras.Itulah hal unik didalam kampung tersebut yang berbagai keindahan mulai dari ibadah, alam, alat musik dan makan pokok serat kecintaan mereka untuk meletasrikan apa yang sudah dititipkan nenek moyang mereka.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun