Mohon tunggu...
Meita Eryanti
Meita Eryanti Mohon Tunggu... Penjual buku di IG @bukumee

Apoteker yang beralih pekerjaan menjadi penjual buku. Suka membicarakan tentang buku-buku, obat-obatan, dan kadang-kadang suka bergosip.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Menghidupkan Lilin di Kabupaten Bandung Barat

31 Maret 2016   09:02 Diperbarui: 31 Maret 2016   13:38 84 2 0 Mohon Tunggu...

Kantor Perpustakaan Arsip Daerah Kabupaten Bandung Barat melalui program Perpuseru bersama Coca Cola Foundation Indonesia mengadakan pelatihan mengenai strategi pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi. Acara yang diselenggarakan di Hotel Agusta di daerah Lembang ini diikuti oleh 38 peserta dari 8 perpustakaan desa dan 1 taman bacaan masyarakat. Mereka berasal dari TBM Teratai Bambu, desa Saguling, desa Rende, desa Nangleng, desa Baranang Siang, desa Bojong, desa Bojong Siang, desa Kerta Mukti, dan desa Cilangari.

Sejak tanggal 28 Maret 2016 hingga 2 April 2016, peserta dengan di fasilitatori oleh Wildan Awaludin, Eriyandi Budiman, Rika, Rendy Alfiansyah, Yudi Firmansyah Iwan Gumilar dan Vika belajar mengenai internet dan komputer, strategi pengembangan perpustakaan, advokasi, dan pelibatan masyarakat dalam kegiatan di perpustakaan.

Tujuan kegiatan menjadikan perpustakaan sebagai pusat berkegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ilmu pengetahuan sudah sedemikian berkembang. Teknologi informasi sudah menyentuh kehidupan masyarakat. Siapa yang tidak tahu google atau facebook jaman sekarang? Karenanya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang ini harus bisa juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dari buku-buku dan internet yang tersedia di perpustakaan tersebut, diharapkan dapat membantu anak-anak belajar dan mencari ilmu serta masyarakat mampu berkarya dan berinovasi untuk meningkatkan perekonomiannya.

Semoga, kegiatan ini bisa meluas. Seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat memiliki perpustakaan desa atau TBM yang menjadi pusat kegiatan masyarakatnya. Tidak hanya di Bandung Barat, tetapi semoga semua desa di negara Republik Indonesia ini memiliki perpustakaan.

Akhir-akhir ini, perhatian orang-orang sedang tertuju pada rencana DPR membangun perpustakaan terbesar se Asia Tenggara yang akan menghabiskan uang negara sebanyak setengah trilliun rupiah. Uang sebanyak itu, sebetulnya akan lebih bermanfaat bila diberikan ke daerah untuk membangun perpustakaan di desa-desa supaya budaya literasi bisa menjadi budaya banyak orang.

Seperti kata Eka Kurniawan dalam blognya, “apa fungsinya? Untuk pamer? Kita tidak memerlukan perpustakaan terbesar. Yang utama, kita memerlukan perpustakaan umum yang tersebar di pelosok negeri, setidaknya di setiap kecamatan, dan koleksi yang layak untuk perpustakaan sekolah”.

Ya, kita tidak butuh obor besar yang hanya menyala di tengah ibukota. Kita butuh lilin-lilin yang bisa menerangi seluruh wilayah Indonesia.

VIDEO PILIHAN