Mohon tunggu...
Mega Sarfika
Mega Sarfika Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sekolah Formal atau Homeschooling?

5 September 2015   01:14 Diperbarui: 5 September 2015   01:27 5599 0 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sekolah Formal atau Homeschooling?
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Pilih sekolah formal (umum) atau Homeschooling (sekolah rumah) yaa?. Pertanyaan tersebut seringkali terlontar dari orang tua yang bingung saat hendak memasukkan anaknya ke sekolah. Apalagi mencari sekolah yang ideal bukanlah sesuatu yang mudah. Alternatif pilihan yang sekarang mulai sering muncul selain sekolah biasa adalah homeschooling.

Namun banyak orang tua yang masih bingung dalam menentukan pilihan. Ingin masuk ke sekolah formal tapi ada kekhawatiran akan kualitas pendidikan di sekolah, lingkungan yang kurang baik, dan biaya yang luar biasa mahal untuk sekolah yang dianggap berkualitas. Untuk memilih homeschooling pun masih belum mantap. Khawatir akan sosialisasi anak, orang tua yang sibuk, dan pandangan masyarakat yang masih sebelah mata terhadap anak yang hanya sekolah di rumah.

Setiap orang tua mempunyai visi atau mimpi tentang pendidikan yang ideal bagi anak-anaknya. Setiap pilihan yang diambil pasti akan ada kekurangan dan kelebihan, ada baikya ketika menentukan pilihan orang tua memahami betul atas apa yang dipilih, bukan karena tren atau ikut-ikutan. Sebenarnya apa sih yang membedakan sekolah formal dan homeschooling? Kita simak dulu pengertian homeschooling.

Homeschooling memiliki tafsiran yang berbeda-beda, ada yang menyebut homeschooling untuk anak yang hanya belajar di rumah dengan memanggil guru privat, atau sekolah yang orang tuanya jadi guru di rumah. Homeschooling adalah salah satu pendidikan alternatif yang orang tuanya bertanggung jawab penuh terhadap proses pendidikan anak.

Perbedaan dan Persamaan Sekolah Formal VS Homeschooling
Mengutip dari rumahinspirasi.com, persamaan sekolah formal dan homeschooling adalah sama-sama alat untuk meraih tujuan pendidikan yang juga sama-sama diakui Negara. Sekolah formal merupakan lembaga yang legal dan homeschooling juga legal sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27. Karena sekolah biasa atau homeschooling hanyalah alat, maka pilihan tersebut sah sah saja. Satu sama lain tidak saling mendiskreditkan.


Perbedaanya adalah: sekolah formal merupakan pendidikan jalur formal dan homeschooling jalur informal; sekolah formal menyerahkan pendidikan kepada lembaga (sekolah) sedangkan pada homeschooling orang tua mengambil peran dan tanggung jawab penuh; sekolah formal standardized sesuai kurikulum pemerintah sedangkan homeschooling customized oleh keluarga; dan sekolah formal diatur terpusat oleh pemerintah sedangkan homeschooling terdistribusi di keluarga.


Kelebihan dan Kelemahan Homeschooling

Sebagai sebuah pendidikan alternatif, homeschooling memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan homeschooling adalah:
Lebih memberikan ruang kemandirian dan kreatifitas anak, tidak hanya pembelajaran klasikal.
Anak terlindungi dari lingkungan sekolah yang kurang baik seperti bullying, pergaulan menyimpang, dan tawuran.
Anak lebih disiapkan untuk kehidupan nyata.
Anak belajar dengan berbagai situasi, kondisi dan lingkungan sosial.
Anak dapat memilih pelajaran yang disenangi sesuai minat dan kemampuan.
Anak tetap dapat bersosialisasi dengan teman sebaya maupun tidak sebaya.
Biaya pendidikan homeschooling dapat disesuaikan.
Jadwal dan proses belajar yang fleksibel

Kelemahan homeschooling adalah:

• Anak cenderung kurang sosialisasi, meskipun anggapan ini tidak selalu benar.
• Sangat diperlukan peran aktif orang tua dalam proses pendidikan.
• Ketidaksiapan orang tua memicu gagalnya proses homeschooling.


Tidak ada pilihan yang sempurna, oleh karena itu sangat penting bagi orang tua untuk memahami masing-masing pilihan. Jika tertarik dengan homeschooling maka orang tua wajib berperan aktif agar tujuan pendidikan tercapai. Jika memilih untuk mengirim anak ke sekolah formal, orang tua juga harus tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x