Mohon tunggu...
Medio Network
Medio Network Mohon Tunggu... Lainnya - Medio by KG Media

Medio, sebagai bagian dari KG Radio Network yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut. Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Apakah Ada Perbedaan Antara Perusahaan Startup dan Korporasi?

23 September 2022   09:00 Diperbarui: 30 September 2022   12:58 128 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok Pixabay/StartupStockPhotos

Oleh: Alifia Putri Yudanti

PERBINCANGAN seputar perusahaan startup (rintisan) dan korporasi tidak akan pernah lekang oleh waktu. Banyak orang yang memiliki pandangan berbeda terkait dua jenis perusahaan ini.

Bisa dibilang perusahaan startup dan korporasi memiliki budaya kerja yang sangat bertolak belakang. Sebuah usaha bisa dikategorikan startup apabila memiliki tiga faktor utama, yaitu pendiri, pemilik dana, dan produk atau jasa.

Sementara itu, perusahaan korporasi secara legal terpisah dari pemiliknya. Selain itu, pemegang saham korporasi tidak bertanggung jawab terhadap utang perusahaan.

Namun, jika dilihat dari waktu pendiriannya, berbeda dengan startup, perusahaan korporasi sudah dibangun sejak lama.

Meskipun mempunyai perbedaan, dalam menghadapi situasi pandemi, keduanya memiliki persamaan. Hadi Kuncoro dalam siniar Smart Inspiration bertajuk “Startup vs Bisnis Konvensional di Indonesia” menjelaskan bahwa dua perusahaan ini banyak yang terdampak secara finansial.

Oleh sebab itu, mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan layoff karyawan hingga menutup bisnisnya. Lantas, apa saja perbedaan antara perusahaan startup dan korporasi jika dilihat dari sisi budaya kerjanya?

Budaya Kerja Perusahaan Startup

Bisa dikatakan kalau perusahaan startup memiliki ritme kerja yang dinamis. Di sana, kita dituntut untuk menjadi pribadi yang kreatif dan memiliki keinginan untuk berkembang. Ini disebabkan karena pace kerja perusahaan ini sangatlah cepat.

Selain itu, target kerja dengan tenggat waktu yang cukup ketat memaksa kita untuk terus belajar dan cepat memahami pekerjaan. Hal ini mungkin akan cukup melelahkan, namun banyak yang mengaku bahwa mereka lebih cepat berkembang di jenis perusahaan ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan