Mohon tunggu...
Mawalu
Mawalu Mohon Tunggu...

Mawalu

Selanjutnya

Tutup

Politik

Distribusi KIP Melalui Perindo di Era Anies Baswedan, Kenapa Pula Hary Tanoe Harus Sewot?

28 Februari 2017   16:23 Diperbarui: 1 Maret 2017   21:33 2054 31 67 Mohon Tunggu...

Program KIP besutannya Presiden Jokowi adalah salah satu program nasional yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019. Tujuannya agar seluruh anak usia sekolah dari usia 6 tahun sampai 21 tahun dari keluarga yang kurang mampu dapat tetap sekolah dan mengenyam pendidikan agar menjadi tulang punggung bangsa.

Siapa tahu dari sekian juta anak-anak yang kurang mampu suatu saat nanti bisa jadi Menteri atau Presiden RI. Target Presiden Jokowi yaitu 17,9 juta anak-anak kurang mampu dari Aceh sampai Papua harus menerima KIP setiap tahunnya.

Namun sayangnya niat baik Jokowi untuk membantu anak-anak yang kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan justru menjadi bermasalah di era Anies Baswedan ketika masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Berikut ini papaparanya.

Distribusi KIP yang Bermasalah di Era Anies Baswedan

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, distribusi Kartu Indonesia Pintar di saat Anies Baswedan masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat banyak masalah dilapangan. Banyak KIP yang tidak sampai ke tangan anak-anak kurang mampu yang membutuhkan kartu itu.

Selain itu banyak pula ditemukan KIP yang tidak cocok antara nama di fisik kartu dengan para penerima yang berhak menerimanya. Bahkan yang konyolnya lagi, orang yang sudah meninggal pun malah mendapatkan KIP. Kan aneh ini.

Temuan lainnya yang diungkapkan oleh Muhadjir, yaitu adanya pembagian kartu KIP kosong yang tidak dilengkapi virtual account sehingga praktis kartu-kartu tersebut tidak dapat digunakan oleh pemiliknya (Sumber: Kompas). Menyedihkan memang.

PT Satria Antaran Prima (Kader Partai Perindo) Memberi Kuasa Kepada Partai Perindo Untuk Mendistribusi KIP 

Gonjang-ganjing keterlibatan Perindo dalam distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) akhir-akhir ini menyeruak ke permukaan. Entah kenapa gonjang-ganjing ini justru membuat Hary Tanoe merasa tidak nyaman, tidurnya pun tak nyenyak lagi. Entah demi menjaga nama baik Perindo besutannya demi ambisinya ingin menjadi orang nomor satu di negeri ini, yaitu Presiden Republik Indonesia karena terinspirasi Donald Trump, atau ada alasan politis lainnya, tak tahu pula aku.

Keterlibatan Perindo dalam hal distribusi KIP bukanlah berita Hoax, bukan pula bukan fitnah terhadap Hary Tanoe untuk merontokkan kredibilitasnya, setidaknya melalui bukti-bukti sahih yang kupaparkan dibawah ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x