Mohon tunggu...
Aji Mats Mail
Aji Mats Mail Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa Informatika Data Analytics

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Seberapa Siap Kau Hidup?

23 Februari 2020   05:16 Diperbarui: 23 Februari 2020   05:10 17 0 0 Mohon Tunggu...

Lihatlah siapa saja teman sepermainan mu, apakah mereka sudah melepaskan topeng kehidupannya ? mungkin tanpa kau ketahui ada berapa banyak lapis muka mereka, berapa banyak topeng yang mereka punya untuk menjalani kehidupan 'sehat'nya.

Apapun yang ku perbuat seharusnya siap ku tanggung jawabi semua konsekuensinya, tak ada yang menjadi wakil atas semua kelakuanku, kelakuanku saat memakai semua topengku. Begitupun dengan dirimu, benar bukan ? lalu, siapkah hidup sehidup hidupnya dirimu ?

Alangkah indahnya hidupku dimana teman mainku memperlihatkan siapa dirinya sebenarnya, apa yang dia mau, bagaimana cara hidup yang didambakannya, dimana tak ada hak bagiku menghakimi pemikirannya itu baik atau buruk, jahat atau baik, seperti malaikat atau iblis, karena hidup adalah permainan pikiran, kurasa tak peduli cara menjalani hidupnya seperti apa namun yang lebih penting dari semua hal terkait hidupnya adalah untuk apa dia hidup seperti itu ?

Untuk apa kau hidup seperti itu kawan ? apa tak bosen menjalani 'hidup standar nasional' ? siapa dirimu ? mari berbincang dengan kejujuran, aku disini, waktuku selalu ada bagi yang membutuhkannya, waktuku pun bukan miliku.

Seberapa siap kau hidup ? hidup sehidup hidupnya, tanpa tedeng aling aling harus menjalani ini itu, hanya menjalani apapun yang dikehendaki.

Cobalah sekali kali simpan semua topeng, perlihatkan siapa dirimu, dan lihatlah siapa yang menerimamu apa adanya, menerima setiap keputusanmu tanpa ingin membantu untuk menyelesaikan masalahmu, karena yang hafal kebaikanmu adalah dirimu sendirikan ?, yang mengamini setiap keputusanmu tanpa ingin meluruskan semua pertimbanganmu. Sesekali cobalah menurunkan ego untuk membiarkan mereka membantumu. Siap hidupkah dirimu ?

Terkadang keluargaku sendiripun tak mengenali ku.

"Kawan awan baik disekolah maupun di bangku kuliah sebaiknya tidak lupa. Bahwa nilai yang tinggi dalam sebuah ujian hanyalah hasil transformasi daya rekan ingatan; bukan nilai dari pertumbuhan pemikiran. Nilai akhir dari proses pendidikan sejatinya terrekapitulasi dari keberhasilannya menciptakan perubahan pada dirinya sendiri dan lingkungan. Itulah fungsi daripada pendidikan yang sesungguhnya"

"Anak anak muda jaman sekarang itu lucu dan agak susah dimengerti. Mereka cukup bersemangat membuat berbagai macam proposal untuk kegiatan organisasi yang mereka ikuti. Tapi proposal hidup yang berisi visi dan strateginya meraih mimpi, justru lupa mereka buat sendiri'

Barangkali, memang tidak nudah. Namun bukan berarti tidak usah.

Aku hanya ingin melakukan apapun sesuai kehendakku sendiri, mulai bangun tidurku sampa kembali tidur. Mengingat tuhanku, menimbang segala ketentuan kepercayaanku, menentukan apapun yang kukira baik bagiku dan lingkunganku. Bagaimana pun caranya tergantung tujuan yang ingin diraih, kita manusia, makhluk mulia, tak ada makhluk baik, maupun makhluk jahat, kita hanya manusia.

Seberapa siapkah kau hidup sebagai manusia ?, kawan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x