Mohon tunggu...
Aulia Syakhroza
Aulia Syakhroza Mohon Tunggu...

Aulia adalah mahasiswi PhD jurusan Strategi Organisasi di Judge Business School, University of Cambridge, Inggris. Pendidikan Aulia sepenuhnya dibiayai oleh Jardine Foundation dan University of Cambridge Trust. \r\n\r\nSebelumnya, Aulia menempuh pendidikan MPA in Public and Economic Policy di London School of Economics, Inggris dan BSc in Finance and Economic Consulting di Indiana University Bloomington, Amerika Serikat.\r\n\r\nDi waktu luang, Aulia senang yoga, lari, dan menonton acara televisi komedi. Aulia bergabung di Kompasiana untuk hiburan dan berbagi informasi.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Apalah Arti Sebuah Ranking Universitas

6 Agustus 2014   00:44 Diperbarui: 18 Juni 2015   04:19 1196 0 0 Mohon Tunggu...

Sebagai mahasiswi di University of Cambridge, Inggris, saya sering kali dihadapkan dengan isu ranking universitas. Yang saya maksud dengan ranking itu dimana-mana; ada QS Ranking, US News, Times Higher Education, The Guardian, Financial Times, dll. Di ranking-ranking tersebut, kampus saya sekarang hampir selalu masuk 3 besar di dunia. Dengan kehadiran Beasiswa Presiden yang dikendarai LPDP, ranking universitas pun kian menjadi acuan dan mendapat perhatian di Indonesia. Tetapi sebenarnya seberapa relevan sih ranking? Bijak-kah menentukan pilihan tempat kuliah dari ranking? Jika ada teman yang bilang: ‘Kampus saya masuk 20 besar dunia loh!’- terus kenapa? Apa sih maknanya? Artikel ini saya tulis untuk meneliti lebih dalam balada sebuah ranking universitas. Tentunya artikel ini adalah berdasarkan pendapat dan pengalaman saya pribadi, kalau pembaca merasa mempunyai pendapat berbeda, please do let us all know dengan memberikan komentar :)

Berbagai Macam Ranking

Bila Anda sudah sering mendengar tentang konsep ranking, tentunya Anda akan menyadari bahwa ranking universitas itu ada banyak sekali. Setiap ranking pun mempunyai kriteria sendiri dan memberikan peringkat yang berbeda-beda kepada setiap universitas yang dinilai. Secara umum, kriteria tersebut biasanya terdiri dari Student Satisfaction (Kepuasan Mahasiswa), Research Output (Hasil Riset), Career Opportunities (Kesempatan Kerja Sehabis Lulus), Teaching (Kualitas Pengajar), dan Facility (Fasilitas). Kemudian tipe ranking pun berbeda-beda – ada ranking universitas dunia, ranking per jurusan, ranking khusus Asia, bahkan ranking khusus untuk kampus yang berumur di bawah 50 tahun. Sehingga pada saat menganalisa sebuah ranking, kita harus tahu, ranking itu sebenarnya dari mana asalnya dan untuk apa dibuat.

Cukup Sebagai Pedoman Kasar

Secara pribadi, bagi saya, ranking, khususnya ranking dunia, itu penting-penting-nggak. Mengapa? Karena sebetulnya ranking sangat bergantung pada metodologi atau cara penilaian si penentu ranking. Begitu banyak faktor di sebuah universitas yang tidak mungkin diperhitungkan semua oleh si penentu ranking. Biasanya semuanya berdasarkan survey dan analisis umum yang belum tentu akurat. Bagi saya, ranking dunia hanyalah sebagai pedoman untuk pengenalan berbagai macam universitas yang mungkin belum pernah didengar sebelumnya. Setelah melihat ranking dunia, biasanya saya sering berpikir: ‘oh, Universitas X ini ternyata boleh juga ya.’ Cukup sampai disana dan tidak lebih. Secara umum, universitas yang memang sudah bereputasi sangat bagus tidak lagi bergantung pada ranking untuk menopang image mereka.

Ranking yang lebih relevan adalah ranking per jurusan. Universitas yang 10 besar-pun, bila departemen/jurusan tertentu disana kurang bagus, artinya pun tidak akan begitu kompetitif dan relatif lebih gampang untuk diterima di jurusan tersebut dibandingkan dengan jurusan lain. Kualitas pengajaran dan dosen pun belum tentu bonafit. Misalnya, universitasnya selama ini adalah universitas yang berspesialisasi di bidang teknik, biasanya untuk masuk ke jurusan lain, seperti ilmu sosial, akan lebih mudah. Jadi, kalau mau mencari kampus yang bagus untuk kuliah, mulailah dari ranking per jurusan/subject, jangan ranking dunia. Contohnya, London School of Economics (LSE) adalah sekolah yang mendapat ranking 60 di dunia berdasarkan QS, namun nomor 3 dalam jurusan ekonomi. Maka, kalau mau kuliah jurusan ekonomi, LSE sangat patut untuk dipertimbangkan. Contoh sekolah 'spesialisasi' lain adalah Colorado School of Mines (CSM), yang jagoan di bidang energi, atau London Business School, dengan program MBA mereka.

Yang menurut saya penting dan patut juga dicatat adalah banyak juga universitas mendapat ranking tinggi karena banyak menghasilkan riset, bukan dari sisi pengajaran. Apa artinya untuk kita? Ada kemungkinan bahwa dosen-dosen disana akan lebih peduli dengan riset mereka dan bisa jadi lebih menelantarkan aspek pengajaran terhadap mahasiswa. Jadi, pada saat melihat ranking, cobalah untuk meneliti komponen-komponen ranking tersebut - apa yang membuat Universitas X rankingnya tinggi? Apakah risetnya, fakultasnya, kepuasan mahasiswanya, atau ada yang lain?

Faktor Yang Lebih Penting Dalam Memilih Kampus

Jadi, selain ranking, apa lagi sih pedoman yang pantas dipakai untuk membantu memilih kampus? Pertama, banyaklah bicara dengan kakak kelas, dosen, atau bahkan orang-orang yang kerja di tempat kerja tujuan Anda. Mereka yang akan tahu apa universitas yang patut ditarget untuk Anda dan bidang Anda. Apa sih sekolah-sekolah yang paling bagus reputasinya di mata mereka? Di tempat kerja tujuan, kebanyakan pegawai lulusan mana? Minta mereka untuk merekomendasikan satu kampus dan tanyakan alasannya.

Setelah mendapatkan calon kampus tujuan, lakukan riset mengenai kampus tersebut. Kemudian, usahakan untuk berkenalan dengan salah satu mahasiswa atau alumni Indonesia dari universitas tersebut dan tanyakan ke dia mengenai pengalamannya kuliah disana. Banyak universitas juga memberikan kesempatan untuk menghubungi alumni di website mereka. Cari tahu bagaimana sistem pengajaran disana? Environment-nya? Yang paling penting namun paling sulit untuk didapat jawabannya adalah: mahasiswa disana rata-rata senang tidak sih kuliah disana? Kalau ada yang kurang disenangi, apa? Saya seringkali ditanya oleh banyak orang mengenai kuliah di University of Cambridge. Jujur, dari cara orang tersebut bertanya, saya sudah bisa mengira-ngira tingkat keniatan dia dan kemungkinan dia diterima. Jadi, sebelum bertanya, riset dulu yang banyak mengenai kampus tersebut dan kriteria-kriteria lainnya, seperti IELTS, GRE, syarat IPK, dll, supaya kita juga terlihat meyakinkan pada saat bertanya :) . Selain kampusnya, jangan lupa untuk meneliti jurusan/program tujuan. Apa saja kelas-kelas yang ditawarkan untuk program tujuan di kampus tersebut? Bagaimana sih dosen-dosen disana? Apa mereka ramah dan senang membantu? Mereka ahli dalam bidang apa? Bagaimana fasilitas pengajaran disana?

Intinya kalau ditanya apakah ranking universitas relevan? Jawaban saya iya-iya-nggak. Iya, ranking tentunya penting untuk pengukuran kasar prestise sebuah universitas, namun ranking jurusan biasanya lebih relevan daripada ranking umum, seperti ranking dunia. Percaya deh, kuliah di tempat yang rankingnya tinggi, belum tentu cocok sama kita dan buat kita senang kuliah disana. Ada  hal lain yang lebih patut untuk diperhatikan dalam memilih kampus. Selamat mempertimbangkan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x