Mohon tunggu...
masopiek
masopiek Mohon Tunggu... #catatanmasopiq

Mencoba menulis terkait tentang fenomena kehidupan yang ada dengan gambaran yang simpel dan menarik. konsen pada fenomena dunia pertanian dan humaniora

Selanjutnya

Tutup

Teknologi

Inovasi, Lokal, dan Hilirisasi

9 Juli 2020   09:16 Diperbarui: 9 Juli 2020   09:24 38 2 0 Mohon Tunggu...

Baru baru ini ramai berita terkait satu inovasi yang ditemukan oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian yaitu varian eucalyptus, SP yang dapat memghambat virus corona atau "anti Virus " dengan varianya berupa kalung, roll on dan difusser. yang ramai adalah terkait kalung. tanpa disangka respon netizen budiman beralih menjadi sesuatu yang negatif muncul kata kata kalung jimat #kalungbego di timeline media sosial serta serangan -serangan terhadap produk ini mulai bertubi-tubi. 

banyak selebriti, pengamat dan anggota dewan ramai ramai berkomentar negatif terkait produk ini , wow bahkan ada yang berspekulasi tentang kenapa ada produk ini dari teori A- Z dengan segala kajian dan pikiran mendadaknya. oknum warga+62 tampaknya memang cepat menjustifikasi tanpa coba mengklarifikasi, mudah menjudge tanpa koreksi membangun yang penting cela dulu minta maaf kemudian.

penulis  melihat dari sisi positif akhirnya ada karya anak bangsa yang bisa trending si twitter meski dengan status negatif, setidaknya mereka mulai perhatian dengan inovasi anak bangsa. 

Menjadi nafas baru ketika produk anak bangsa berani dikeluarkan meskipun menimbulkan kontroversi dimana-mana dan menurut pernyataan Kepala Badan Litbang menyatakan produk ini adalah bagian ikhtiar dan ini merupakan aksesori kesehatan dan bukan jimat. 

Sedangkan kontorversi terkait penulisan antivirus corona hanya ada dalam prototipe sedangkan yang akan disebar secara massal akan menggunakan tulisanya adalah aromaterapi eucalyptus. dan telah melalui uji BPOM sebagai jamu.

Proses hilirisasi inovasi tampaknya perlu menjadi perhatian khusus agar tidak kontroversial tapi produktif.  di teliti dan didiseminasikan secara jelas dan melihat preferensi konsumen sebagai sasaran utama dari riset terapan. kebutuhan harus bisa dipenuhi oleh riset. perbedaan antara basic science dan advance science terletak pada kebermanfaatanya. kala pandemi ini kita melihat banyak anak bangsa yang menghadirkan inovasi nya dari mulai hanya pegangan pintu sampai mobile PCR, semuanya dalam rangka menghadirkan solusi pencegahan dan penanganan akan pandemi ini. 

konsep rantai nilai menjadi sangat tepat dilakukan pada inovasi terapan, berbasis pada kebutuhan konsumen ( public maupun industri) sehingga semua produk akan related dengan prasayarat kebutuhan yang ada di konsumen ,proses nya dibalik dan ketika produk sudah siap komersialisasi pasarnya sudah siap menerima. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x