Maskur Abdullah
Maskur Abdullah Jurnalis dan trainer

Jurnalis, mantan editor Harian Waspada Medan, pernah bekerja untuk Reuters dan BBC London. Saat ini aktif sebagai trainer untuk penguatan karakter & motivasi

Selanjutnya

Tutup

Regional Artikel Utama

Di Sumatera Utara, Ikan Air Tawar Semakin Langka

14 Februari 2018   10:57 Diperbarui: 14 Februari 2018   18:18 678 3 4
Di Sumatera Utara, Ikan Air Tawar Semakin Langka
IKAN SUNGAI: Ikan sungai sudah semakin langka di Sumatera Utara. Dokpri

Apakah anda penggemar ikan air tawar - khususnya ikan sungai? Dahulu ada banyak jenis ikan air tawar yang hidup di sungai yang ada di Sumatera Utara. Masyarakat di sini menyebutnya sebagai ikan jurung, ikan pahitan, ikan sibaro, ikan lemeduk, ikan kaloh (gurami), ikan baung, dan tidak ketinggalan pula udang gala -- jenis udang sungai yang selalu menjadi primadona. Ada pula jenis ikan langka yang cukup popular dari Sungai Bilah, Labuhan Batu, yaitu ikan terubuk.

Tahun 1980 an, ketika penulis duduk di bangku SMA (Sekolah Menengah Atas) Muhammadiyah di kota Aek Kanopan -- kira-kira 260 Km selatan Medan, hampir semua jenis ikan itu masih cukup mudah diperoleh. Kecuali ikan terubuk, yang memang tergolong langka.

Penulis saat itu sering mendapat banyak ikan sungai, bahkan udang gala, hanya dengan memancing di sungai atau anak sungai yang ada di sekitar Kecamatan Kualuh Hulu. Kecamatan Kualuh Hulu dan kecamatan sekitarnya, kini masuk dalam wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), dengan ibukotanya Aek Kanopan. Kabupaten ini hasil dari pemekaran Kabupaten Labuhan Batu.

SUNGAI BESAR AEK KANOPAN: Sungai ini dahulu menjadi sumber ikan sungai dan udang gala, namun kini semakin langka. Foto/Novi Alviani Nur
SUNGAI BESAR AEK KANOPAN: Sungai ini dahulu menjadi sumber ikan sungai dan udang gala, namun kini semakin langka. Foto/Novi Alviani Nur
Masa itu, ikan sungai ini banyak diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional di sekitar Labuhan Batu dan Asahan. Harganya masih cukup terjangkau oleh masyarakat. Ukuran ikannya pun besar-besar, termasuk udang galanya. Sekitar 15 tahun lalu, ketika penulis pulang kampung, ikan sungai dan udang gala, masih bisa didapat walau harganya sudah mulai mahal.

Ikan Sungai Mulai Langka

Tapi sangat berbeda sekarang ini, terpaksa harus menunggu hingga seminggu, baru bisa mendapatkan ikan sungai.  Harganya pun cukup mahal. Ikan baung bisa mencapai Rp80.000/kg, ikan jurung Rp120.000/kg dan udang gala bisa menembus Rp180.000/kg.

"Walau mahal, sekarang pun sudah sulit mencari ikan bang. Kita harus pesan jauh-jauh hari, atau langsung menunggu pencari ikan naik dari sungai. Jadi ikannya gak sempat dibawa ke pasar, kita beli di tempat," kata Ari, penduduk Aek Kanopan, Labura, dalam perbincangan dengan penulis, belum lama ini.

"Udah payah bang. Banyak orang yang nyetrum di sungai,  ikan-ikan kecilnya pada mati. Makanya udah payah ikan sekarang," sebut seorang pedagang ikan di Guntingsaga.

Udang gala semakin langka di Sumut. Dok pribadi
Udang gala semakin langka di Sumut. Dok pribadi

Selama ini ada beberapa sungai yang cukup dikenal sebagai penghasil ikan atau udang gala yang memiliki cita rasa lezat. Berbeda dari ikan sungai lainnya. Yaitu sungai Aek Kanopan, sungai Rantau Betul, sungai Kualuh, Titi Payung, sungai Kota Batu, sungai Aek Natas dan beberapa sungai atau anak sungai di sekitarnya. Selain itu sungai Asahan, sungai Padang, Bahilang dan sungai Sibaro di Tebingtinggi, sungai Seruai dan sungai Ular, yang juga dikenal sebagai penghasil ikan sungai.

MENIKMATI IKAN SUNGAI: Penulis menikmati ikan sungai di sebuah warung di Kuala, Langkat, Sumut. Foto/M.Fachriz Tanjung
MENIKMATI IKAN SUNGAI: Penulis menikmati ikan sungai di sebuah warung di Kuala, Langkat, Sumut. Foto/M.Fachriz Tanjung

Kelangkaan ikan sungai ini juga terjadi di hampir semua sungai yang ada di kabupaten di Sumatera Utara. Mulai dari sungai-sungai di Kabupaten Langkat, Deliserdang, Serdangbedagai, Batubara, Simalungun, daerah Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah hingga Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.