Mohon tunggu...
MJK Riau
MJK Riau Mohon Tunggu... Pangsiunan

Lahir di Jogja, Merantau di Riau

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Menurut Ramalan Joyoboyo, Jokowi Kalah?

15 April 2019   21:30 Diperbarui: 16 April 2019   11:13 0 8 10 Mohon Tunggu...

Pada beberapa bait ramalan Joyoboyo dapat ditemukan, sesuatu yang terkadang kalau ditelusuri dapat mencerminkan kejadian yang sekarang sedang berlangsung. Namun tentu hal itu sangat tergantung dari sudut pandang yang membaca ramalan Joyoboyo tersebut. Hal tersebut  terjadi, karena pada bait bait ramalan Joyoboyo tidak disebutkan tempat, ruang dan waktu, apalagi pelaku. Dengan demikian, jika ada yang membaca ramalan Joyoboyo dengan cara lain tentu saja sah-sah saja.   

Berikut salah satu cara membaca ramalan Joyoboyo dari beberapa bait, yang tentu saja hasilnya debateble. Dapat saja hal ini dipandang subyektif, karena hanya dilihat dari sudut pandang yang membaca ramalan. namun bisa jadi,juga obyektif, karena kebetulan dapat dikaitkan dengan fenomena yang sedang terjadi. Walau pun begitu secara umum tentu saja, hasil dari pembacaan ramalan Joyoboyo ini sangat debateble.

Akeh Wong Ngedol Ilmu

Banyak orang berdagang ilmu .. ini nepotisme atau oportunis ya ???

Pada saat ini boleh dikatakan banyak orang yang berdagang ilmu. Tempat kursus ketrampilan menjamur. Kuliah di PT mahal. Bahkan ditenggarai munculnya informasi dari hasil pesanan. Apakah itu berupa penelitian bersponsor atau bahkan juga survey.  Jika kemudian hal tersebut dihubungkan dengan kekuasaan, maka dapat saja hal tersebut terjadi karena masih kuatnya budaya nepotisme, namun boleh jadi karena ada sebagian masyarakat yang cenderung menjadi oportunis. Jika hasil survey yang sering jauh dari kenyataan itu juga berlaku pada survey survey tertentu, maka yang kan terjadi adalah kemalangan yang tidak diinginkan.

Akeh Wong Ngaku aku

Banyak orang mengaku diri. .. oh ada yang ngaku sebagai orang baik .. lalu harus pakai rompi.

Sungguh suatu hal yang membuat banyak orang miris, jika ada orang yang mengaku baik, namun justru yang terjadi pada orang itu, adalah hal sebaliknya. 

Mengaku orang baik dan memilih orang baik, tentu sangat menarik bagi orang banyak. Paslon 01 sering disebut sebagai orang baik. Tentu saja untuk kepentingan kampanye, orang baik memilih orang baik, dapat menjadi jargon kampanye unggulan. 

Namun hal tersebut akan menjadi bumerang, jika ada pernyataan serius, bahwa orang baik dapat dilihat dari teman-temannya. Apa jadinya kalau kemudian teman-teman JokoWi justru beberapa sedang terkena kasus.   

Njabane Putih Njerone Dhadhu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3