Mohon tunggu...
Ahmad Indra
Ahmad Indra Mohon Tunggu... Swasta

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali

Selanjutnya

Tutup

Balap Artikel Utama

Yang Hebat, yang Bukan Juara

22 Mei 2019   16:08 Diperbarui: 23 Mei 2019   10:49 0 7 1 Mohon Tunggu...
Yang Hebat, yang Bukan Juara
Motograndprix Premier Class | Dok. Motogp.com

Motograndprix (MotoGP) adalah ajang balap motor paling prestisius yang dihelat di muka bumi. Mengetengahkan adu cepat motor-motor prototype, kejuaraan ini menjadi ajang adu teknologi pabrikan-pabrikan kelas dunia dengan segala inovasinya. Mulai diselenggarakan pada tahun 1949 oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), MotoGP telah melahirkan para pebalap legendaris di zamannya yang menorehkan rekornya masing-masing. 

Sebut saja nama-nama yang meramaikan era awal MotoGP seperti Geoff Duke, John Surtees, Mike Hailwood, Giacomo Agostini hingga pebalap era 1990-an yang menyajikan nama Wayne Rainey, Michael Doohan dan Kevin Schwantz. Dan di milenium ke-2, Valentino Rossi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez menjadi idola para penggila MotoGP.

Mereka dikenal luas karena capaiannya menjadi nomor 1 di kelas utama. Namun bukan berarti pebalap yang tak pernah menggenggam status juara dunia adalah pebalap kacangan. Mereka pun adalah para pebalap hebat, hanya saja tak berada pada momen dan kesempatan yang tepat untuk menjadi juara. 

Siapakah mereka?

Berikut ini tiga diantaranya, yang pernah berkompetisi dalam 1 lintasan:

1. Massimiliano "Max" Biaggi
Pebalap berjuluk "The Roman Emperor" ini adalah raja di kelas 250cc. Menjadi yang terdepan selama 4 tahun di kelas ini, Biaggi mencatatkan diri sebagai salah satu pebalap yang paling banyak merengkuh gelar juara dunia. 

Mendominasi musim 1994-1996 dengan Aprilia RSV 250 dan tahun 1997 dengan Honda NSR 250, Biaggi merebut total 27 kemenangan selama 4 tahun dominasinya itu.

Max Biaggi memacu YZR 500 | Dok. Max-Biaggi.com
Max Biaggi memacu YZR 500 | Dok. Max-Biaggi.com
Rekor impresifnya berlanjut saat naik ke jenjang di atasnya, GP 500 pada tahun 1998. Bertarung dengan legenda balap 500cc, Michael Doohan, sang Italiano langsung menghuni peringkat ke-2 di tahun pertamanya. Namun sayang, prestasi terbaiknya di ajang para raja memang hanya mentog di posisi runner up saja.

Di tahun ke dua, prestasi Biaggi justru melorot ke rangking 4, digeser oleh Alex Criville yang merebut mahkota juara dunia serta Kenny Roberts, Jr dan Tadayuki Okada yang masing-masing berada pada posisi ke-2 dan ke-3.

Keadaan menjadi makin runyam saat Valentino Rossi bergabung di kelas ini tahun 2000. Dia menjadi batu sandungan selama bertahun-tahun bagi sang raja GP 250 hingga rivalitas mereka berdua dikenang sebagai yang paling panas di GP 500.

Hingga akhir karir balapnya di MotoGP, Biaggi pernah membalap untuk Yamaha dan Honda, baik saat masih menggunakan mesin 2 langkah (NSR 500 dan YZR 500) maupun mesin 4 langkah (YZR M1 dan RC 211V).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3