Mohon tunggu...
masikun
masikun Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa Pertanian

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Diplomasi Tangan di Atas ala JK

17 Oktober 2019   12:54 Diperbarui: 17 Oktober 2019   13:07 161 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Diplomasi Tangan di Atas ala JK
dok. Narasi TV

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tinggal menghitung hari. Estafet kepemimpinanpun berpindah. Termasuk Wakil Presiden Jusuf Kala yang akan mengakhiri masa bhaktinya dalam waktu dekat ini. Beberapa postingan netijen meluapkan terima kasih untuk orang nomor dua di negeri ini yang kerap disapa JK ini. Rabu malam, bertabur rindu di meja Mata Najwa. Mengulas kilas balik perjalanan Pak JK. 

Mengenang kepemimpinan Pak JK tentu tidak akan lepas dari peran beliau dalam kancah dunia internasional. Sedari awal Pak JK memang sudah mengambil tugas untuk mengurus urusan luar negeri yang jauh-jauh, sedangkan Pak Jokowi untuk kawasan Asia Tengggara saja, terang Pak JK menjawab pertanyaan dari Mbak Nana. Bagi Pak JK untuk mengemban tugas yang seperti itu harus mempunyai kemampuan dengan banyak style untuk bisa menjalin diplomasi yang lancar. 

Sejak pertama kali diambil sumpah jabatan lima tahun silam, beliau Pak JK telah menghadiri lima kali rapat tahunan di PBB. Malang melintang sebagai juru runding yang ulung. Salah satunya pada saat proses damai Taliban dan Afganistan bersama Retno Marsudi menteri Luar Negeri. Bu Menteri menambahkan salah satu kelebihan Pak JK adalah mampu mengambil keputusan dengan cermat pada saat situasi darurat dengan mengedepankan kemanusiaan dan perdamaian. 

JK memang sudah terkenal dengan sang juru damai. Banyak konflik-konflik yang beliau selesaikan. Baik itu yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Hal yang demikian bagi JK tidak ada ilmunya. Kecuali dari pengalaman. Termasuk banyak membaca buku. Mempelajari pokok masalah. Jika semua sudah dipahami masalahnya maka untuk menyelesaikan konflik akan selesai dalam proses perundingan. Begitulah kiranya pemecahan persoalan sebuah konflik.

"Ada yang menarik Pak JK terkenal dengan diplomasi tangan di atas, diplomasi apa itu Pak?" Tanya Mbak Nana.

"Begini, biasanya kalau kita ke luar negeri kita berpikiran -kita dapat apa?- harusnya dibalik -kita beri apa-. Kita ini anggota G-20 masa kita minta-minta saja. Itu boleh saja, tapi musti kita harus tegas apa yang bisa saya bantu!" Papar Pak JK.

"Jadi percaya diri sebagai bangsa. Diplomasi tangan di atas, kita yang memberi!" Tungkas Mbak Nana.

Selain diplomasi ke luar negeri, Pak JK juga tak kalah ulung saat mengahadapi masalah di negeri sendiri. Katakan saja saat penanganan bencana tsunami Aceh silam. Saat itu Pak JK dituntut untuk cepat dan tepat dalam menentukan penangan korban bencana Tsunami Aceh. Ribuan jenazah yang harus segera diurus. Sambil berlinang air mata saat itu Pak JK memimpin langsung penangan bencana, kenang Pak JK. 

Dimata Pak Sofyan Djalil, sosok Pak JK adalah sosok yang selalu bisa memandang masalah dari sudut yang berbeda. Misalnya saat rapat kabinet membahas kenaikan harga cabai. Di saat kebanyakan orang lain memikirkan cara mengatasi harga yang semakin tinggi, maka beliau memiliki pandangan kapan lagi petani menjual komoditasnya dengan harga yang tinggi. Artinya cara berpikir yang seperti itulah yang sangat menonjol dari sosok Pak JK itu sendiri.

Belajar dari pengalaman Pak JK inilah yang seharusnya kita contoh. Bagaimana mendahulukan apa yang kita berikan, bukan apa yang kita dapatkan. 

Terima kasih Pak JK. Terima kasih untuk dedikasi Bapak yang amat luarbiasa. Memimpin dengan insiatif. Memimpin dengan gaya yang santun. Bapak adalah salah satu sosok negarawan. Sosok teladan bagi bangsa. Bagi pemuda harapan bangsa. 

Sumber: Mata Najwa

VIDEO PILIHAN