Mohon tunggu...
Martinus Tyasara SP
Martinus Tyasara SP Mohon Tunggu... Saya seorang Mahasiswa BINUS (2301938775-DVEA)

Lahir di Purworejo, 13 November 1985 Tinggal di Bekasi, Jawa Barat

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Indonesia-Korea Berkomitmen dalam Menyelesaikan IK-CEPA

20 Januari 2020   02:36 Diperbarui: 20 Januari 2020   07:16 49 0 0 Mohon Tunggu...

Pada bulan Februari 2011, merupakan awal mula Indonesia-Korea Selatan melakukan penjajakan untuk mengadakan perundingan IK-CEPA. IK-CEPA sendiri dimulai dari tahun 2012. Perundingan IK-CEPA ini sempat terhenti di tahun 2014 karena ditemukan jalan buntu dalam perundingan ke-7 IK-CEPA (Sumber)

Presiden Joko Widodo menilai bahwa Indonesia harus meningkatkan hubungan bilateral perdagangan dengan Korea Selatan, maka dari itu diputuskanlah untuk menghidupkan kembali IK-CEPA yang sudah sempat terhenti.

"Kita pertimbangkan lagi untuk hidupkan kembali hubungan bilateral. Kita ada Asean Korea FTA, RCEP, tetapi pertimbangkan juga hubungan bikateral yang sangat spesifik untuk kepentingan kedua negara," kata Menteri Enggartiasto di Singapura, Selasa 13/11/2018 (Sumber)

Perundingan ini akan membawa keuntungan yang besar bagi ke dua negara, khususnya Indonesia. Mendag Agus juga menjelaskan, melalui IK-CEPA dalam bidang perdagangan barang, Indonesia akan mendapatkan akses pasar yang jauh lebih baik untuk produk industri, perikanan, dan pertanian di pasar Korea Selatan, selain itu ada juga keuntungan dari sektor jasa, Korea Selatan akan membuka kesempatan kerja bagi para profesional dan tenaga ahli Indonesia. (Sumber)

Saat ini sudah di tandatangani Deklarasi Bersama Penyelesaian Perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Indonesia-Korea Comprehensif Economic Partnership Agreement/IK-CEPA) pada hari Senin(25/11) di Busan, Korea Selatan. Selanjutnya kedua negara akan menyelesaikan kajian hukum untuk teks perjanjian yang ditargetkan selesai pada Februari 2020. 

Harapannya April 2020 sudah bisa ditandatangani perjanjian ini. Dengan IK-CEPA, pemerintah Indonesia menargetkan hubungan perdagangan dengan Korea Selatan mencapai US$30 miliar pada 2022. (Sumber)

Nama : Martinus Tyasara SP

NIM : 2301938775  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x