Mohon tunggu...
Marius Gunawan
Marius Gunawan Mohon Tunggu... Profesional

Tulisan sebagai keber-ada-an diri dan ekspresi hati

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Wah, Go-jek Mbalelo

5 Mei 2019   17:49 Diperbarui: 5 Mei 2019   18:46 0 4 1 Mohon Tunggu...
Wah, Go-jek Mbalelo
Sumber gambar: Go-jek Indonesia

Permasalahan tarif transportasi on-line sudah berlarut - larut hingga kini. Bahkan sudah sampai ke pengadilan sehingga beberapa kali pemerintah melakukan perubahan peraturan.

Kali ini ada masalah mengenai tarif ojek online atau Ojol. Setelah ada keputusan pemerintah mengenai kenaikan tarif dasar lalu berdasarkan survei yang dilakukan Gojek, tarif dasar itu dikembalikan ke harga lama. Alasannya karena tarif baru akan mengganggu nasib perusahaan online ini dalam jangka panjang.

Tentu keputusan sepihak ini diprotes oleh para para operator, dan mereka mengancam akan melakukan mogok.

Kalau dilihat persoalan ini memang cukup pelik. Ada semacam kegagapan pemerintah sebagai pemegang otoritas peraturan di satu pihak, dan ketidak sabaran dan pengertian operator di pihak lain. 

Untuk Gojek sendiri sebagai perusahaan aplikasi nampak nya mendapat keroyokan juga dari para perusahaan transportasi konvensional.

Pihak pemerintah terkesan terlalu reaktif terhadap persoalan ini sehingga keputusan yang diambil tidak matang. Akibatnya beberapa kali peraturan itu dianulir pengadilan.

Bahkan terkadang seolah terlihat pemerintah "dimanfaatkan" oleh perusahaan transportasi konvensional untuk menekan perusahaan aplikasi transportasi online ini.

Para operator juga nampaknya agak terlalu memaksa keinginan. Memang persolan kenaikan tarif sangatlah mereka perlukan, tapi jika terlalu tinggi maka akan merugikan mereka sendiri karena konsumen akan lari ke moda transportasi lain. Ini seperti dilema.

Sebenarnya persoalan seperti ini adalah hal klasik yang terjadi pada bisnis baru. Payung hukum hampir selalu tertinggal dari realitas yang ada. Akibatnya ada kecenderungan untuk membatasi. Padahal justru diperlukan iklim bisnis yang terbuka supaya inovasi ini bisa berkembang. 

Dalam hal ini mau tak mau juga harus diterima bahwa jaman yang berubah akan menimbulkan korban di pihak  mereka yang tidak mau berinovasi dan kurang bersiap menghadapi perkembangan jaman. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2