Mohon tunggu...
Marihot Simamora
Marihot Simamora Mohon Tunggu... Guru - Guru matematika

Saya suka kegiatan yang berhubungan dengan olahraga

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Hasil Belajar atau Proses dalam Belajar?

30 Oktober 2022   22:05 Diperbarui: 30 Oktober 2022   22:33 145
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Hasil merupakan tujuan dari sesuatu hal yang sedang dikerjakan atau dilakukan oleh seseorang.  Berbagai cara bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik bahkan tidak sedikit dari sekian banyak orang beorientasi pada hasil akhir.  Sekarang pertanyaanya apakah hasil merupakan bagian terpenting?  

Dan bagaimanakah jika hasil tersebut tidak sesuai yang diharapkan? Sesungguhnya ke 2 pertanyaan tersebut sangat relevan dalam dunia pendidikan saat ini. Ketika siswa dalam pembelajaran sering sekali beorientasi pada hasil belajar yaitu nilai tanpa melihat proses. Nilai memang penting tetapi proses juga merupakan hal yang tidak kalah penting. 

Hal ini juga yang menjadi inti dari teori belajar yang dikemukakan oleh Jean Piaget dalam teori belajar kognitivisme, dimana teori ini lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Teori kognitivisme menekankan bahwa belajar merupakan interaksi individu siswa dengan lingkungan sekitarnya  dengan melibatkan  proses berpikir. 

Siswa tidak sekedar   menghafal rumus, konsep, dan duduk diam dalam pembelajaran kemudian mendapatkan hasil belajar yang baik, melainkan  ada hal yang lebih bermakna daripada itu, yaitu siswa harus berperan aktif dalam proses belajar dan menikmati dari proses dari pembelajarn itu sendiri. Siswa juga menyadari bahwa belajar merupakan sebuah proses dan bukan  hanya sekedar hafalan, rumus dan nilai.   

Pembelajaran dikonseptualisasikan sebagai perolehan pengetahuan dimana siswa menyerap informasi, melakukan operasi kognitif terhadap informasi yang diterima, dan menyimpannya dalam memori.  Sesungguhnya dalam proses belajar inilah kerangka berpikir anak didik dilatih dan diasah melalui konflik kognitif yang terjadi dalam diri siswa, dan konflik kognitif ini diselesaikan meluli proses penyeimbangan antara asimilasi dan akomodasi. 

Olehkarena itu, alangkah baiknya proses pembejaran dikelas melibatkan siswa dan menstimulus kemampuan berpikir siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna, dan pada akhirnya proses belajar dan hasil belajar yang baik sama-sama penting.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun