Mohon tunggu...
Maria Kristi
Maria Kristi Mohon Tunggu... Dokter - Not a tiger mom, but a dragon mom.

A mother and pediatrician https://healthykiddo.blogspot.com https://mariakristisworld.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Mengenal Pengelompokan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

5 Mei 2017   09:53 Diperbarui: 5 Mei 2017   10:33 2816 7 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi imunisasi anak (sumber: okezone.com)

Pernahkah Anda mendengar tentang kejadian ikutan pasca imunisasi?  Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPi adalah semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi dalam kurun satu bulan setelah imunisasi dan diperkirakan sebagai akibat dari imunisasi. Jadi kalau pulang dari imunisasi terserempet ojek bukan bagian dari KIPI ya. 

KIPI ini adalah hal yang sangat dihindari dalam program imunisasi. Tujuan imunisasi kan mencegah penyakit, biar nggak  sakit. Sebisa mungkin jangan sampai menyebabkan sakit pada yang diimunisasi (selanjutnya akan saya tulis ‘anak’ karena fokus saya pada anak, bukan imunisasi pada dewasa). Hal ini sesuai dengan prinsip pertama dalam kedokteran: primum non nocere  atau  pertama, jangan menyakiti. 

Ada beberapa jenis KIPI berdasarkan klasifikasi lapangan WHO tahun 1999 , antara lain: reaksi vaksin, programic error, reaksi suntikan, induksi vaksin, kebetulan (koinsidensi), dan yang penyebabnya tidak diketahui. Mari kita bahas satu per satu.

KIPI Reaksi vaksin

KIPI ini merupakan hasil dari reaksi vaksin dengan tubuh anak. KIPI reaksi vaksin dibedakan lagi menjadi dua, yaitu: reaksi vaksin yang biasa dan ringan (“normal”) dan reaksi vaksin yang langka atau jarang. Contoh reaksi vaksin yang biasa terjadi misalnya demam setelah pemberian vaksin yang mengandung pertusis (saat ini diberikan dalam bentuk vaksin pentavalen yang mengandung lima macam vaksin: difteri-pertusis-tetanus-Hib-hepatitis B). Reaksi ini ringan dan biasa terjadi (terjadi pada 1.000 sampai 60.000 anak dari 1 juta anak yang divaksin) sehingga hampir semua anak yang diberi vaksin yang mengandung pertusis akan diberi penurun panas. Contoh reaksi vaksin yang langka atau jarang, saya akan mengambil contoh vaksin yang sama yaitu pertusis, adalah ensefalopati atau radang otak. Kasus seperti ini sangat jarang, hanya terjadi pada 0 sampai 1 anak per 1 juta anak yang divaksin.

KIPIprogramic error / kesalahan program

KIPI karena kesalahan program ini yang sangat dihindari sebab bisa dicegah. Contoh-contohnya antara lain: keadaan tidak steril (misal: pemakaian ulang alat suntik/jarum, sterilisasi tidak sempurna, vaksin/pelarut terkontaminasi, serta pemakaian sisa vaksin untuk beberapa sesi vaksinasi). Pada kondisi tidak steril ini dapat terjadi: abses (penumpukan sel-sel dan jaringan mati sehingga menjadi nanah/”bisul”) lokal di daerah suntikan, sepsis (infeksi menyeluruh yang berat), sindrom syok toksik, infeksi penyakit yang ditularkan lewat darah. Contoh lain dari kesalahan program adalah salah pemakaian pelarut vaksin, hal ini dapat menyebabkan vaksin tidak efektif, efek negatif obat (misalnya salah alih-alih melarutkan vaksin dalam pelarut vaksin malah melarutkannya dalam obat), bahkan kematian. Salah tempat penyuntikan, transportasi dan penyimpanan vaksin yang tidak benar, serta mengabaikan indikasi kontra merupakan contoh-contoh lain dalam KIPI programic error.

KIPI reaksi suntikan

KIPI jenis ini disebabkan oleh efek dari suntikan yang biasanya digunakan dalam proses pemberian vaksin. Dibedakan menjadi reaksi suntikan langsung dan tidak langsung. Contoh reaksi suntikan langsung adalah: rasa sakit, bengkak, dan kemerahan. Sedangkan contoh reaksi suntikan tidak langsung antara lain: rasa takut, napas tertahan, pernapasan sangat cepat, pusing, mual/muntah, kejang, bahkan pingsan.

KIPI kebetulan (koinsidens)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan