Mohon tunggu...
Maria Fillieta Kusumantara
Maria Fillieta Kusumantara Mohon Tunggu... Administrasi - S1 Akuntansi Atma Jaya

Music Addict. Writer. Content creator

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

120 Menit Bersama Gerald Situmorang, Barasuara

9 Oktober 2017   20:35 Diperbarui: 12 Oktober 2017   03:08 4789
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kak Gerald Unjuk Kebolehan Ngegitar di Depan Peserta, Panitia dan MC. Sumber : Dokumentasi Pribadi

Kamu pasti tahu Gerald Situmorang donk. Yap bassist band indie rock pop Barasuara berdarah Batak ini menyempatkan waktu disela-sela kegiatannya yang padat untuk berbagi ilmu bermusiknya secara khusus kepada mahasiswa/i Atma Jaya.

Bagaimana awal mula anda menyenangi musik hingga memutuskan menjadi musisi?

Sejak kecil aku sudah menyenangi musik dan mulai serius mempelajari musik sejak tahun 2002 dari saudaraku yang mengajari bermain gitar. Nah, sejak itu aku mulai berani manggung di berbagai acara seperti Hari Kartini sekolah, acara gereja, dll. Usai lulus dari SMA Pangudi Luhur, aku sendiri enggan untuk meneruskan hobi bermusikku ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi karena tidak terpikir untuk menjadi musisi profesional padahal ibuku support banget aku kuliah di musik.

Ini juga terpengaruh nasihat ayahku yang menginginkan musik hanya sebagai hobi saja. Mungkin karena takut akan masa depan dan penghasilan yang akan diterima jika terus bermusik barangkali. Untuk kuliah, aku akhirnya memilih jurusan akuntansi di Universitas Indonesia. Beruntung, kuliahku tidak pernah terbengkalai meskipun dirinya juga bermusik dan sempat malas menjalani kuliah. Setelah lulus, aku mulai serius menekuni musik dan mencapai target-target bermusik yang aku impikan sejak kuliah seperti ingin manggung di Java Jazz dan berduet bersama Indra Lesmana dan Tohpati.

Dari sekian banyak alat musik, apa alasan anda memilih gitar sebagai fokus bermusik?

Sejak SMP, aku mulai les musik dan memilih mendalami piano. Tapi aku merasa kurang cocok dan lebih cocok bermain gitar karena prinsip aku dalam bermusik harus menjadi diri sendiri dan akan lebih bagus lagi jika dari cara dia bermain musik orang tahu karakternya. Contoh yang paling kentara itu Yovie Widianto. Dari cara dia bermain musik saja, orang sudah tahu oh pasti ini musiknya Mas Yovie karena begini begitu.

Bisa ceritakan sedikit awal mula anda berada di Barasuara dan kolaborasi anda dengan musisi lain?

Aku awalnya tidak menyangka bisa berada di Barasuara karena aku hanya melakukan apa yang aku bisa dan apa yang aku senangi. Aku mulai bertemu Iga di Atma Jaya tahun 2008, saling kontak, banyak membicarakan proyek dan efek musik dan memutuskan membuat band bersama setelah Iga keluar dari Soundwave. Pertamanya diajak jadi bassist tapi aku merasa aku tidak bisa main bass, tapi karena banyak orang menunjukku untuk main bass, akhirnya aku mengiyakan dan mencoba mengeksplorasi. Lama-kelamaan aku menikmati dan menjadi bassist tetap di Barasuara.

Lalu mengenai kolaborasi, pertama kali dilakukan bersama band Efek Rumah Kaca. Sangat excited karena berpikir pasti seru kalau kolaborasi band dengan band. Sejak itu, tawaran berkolaborasi datang dari berbagai musisi dengan berbagai genre dan warna musik seperti Raisa, Tulus dan Mas Yovie Widianto. 

Yang aku suka, para musisi senior sangat aware dengan musisi-musisi baru yang mereka temukan lewat platform youtube dan lain-lainnya. Menurut aku ini langkah yang sangat baik bagi musisi-musisi muda untuk melebarkan sayapnya di dunia musik dan meningkatkan kemampuan bermusiknya.   

Anda kan baru saja merilis album September kemarin, apa sih yang berbeda dari album anda sebelumnya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun