Media

Pengertian Mengenai Apa Itu Icon, Indeks, Symbol

12 Maret 2016   20:00 Diperbarui: 12 Maret 2016   20:03 10479 0 0

Menurut Charles Peirce, kehidupan manusia dicirikan oleh adanya ‘pencampuran tanda’. Manusia hidup dengan berkomunikasi sehari-hari. Dalam keberlangsungan komunikasi tersebut manusia saling bertukar tanda, baik secara verbal maupun non verbal. Oleh karena aktivitas tersebut selain bertukar tanda, manusia juga melakukan penafsiran dari tanda itu sendiri. Charles Peirce menyebutkan tanda sebagai representamen dan konsep, benda, gagasan, dan seterusnya, yang diacunya sebagai objek ( Danesi, 2004:37). Dari 66 jenis tanda yang mampu diidentifikasi oleh Peirce, 3 diantarnya sering digunakan. Ketiganya adalah ikon, indeks, simbol.

a.       Ikon

Ikon adalah tanda yang mewakili sumber acuan melalui sebuah bentuk replikasi, simulasi, imitasi, atau persamaan. Sebuah tanda dirancang untuk mempresentasikan sumber acuan melalui simulasi atau persamaan. ( Danesi, 2004: 38-39). Sebuah tanda yang ada, dibuat agar mirip dengan sumber acuannya secara visual. Ikon adalah tanda yang mengandung kemiripan rupa sebagaimana yang dikenali oleh pemakainya( Budiman, 2004:29). Persepsi manusia berpengaruh dalam penafsiran dan pembentukan ikon ini.

· Contoh : Tanda toilet perempuan dan laki-laki di pintu masuk toilet. Rambu Petugas galian di pinggir jalan. Kedua ikon tersebut menunjukan kegiatan yang dilakukan atau berlangsung sesuai dengan tindakan yang berlaku.

b.      Indeks

Indeks adalah tanda yang mewakili sumber acuan dengan cara menunjuk padanya atau mengaitkannya (secara eksplisit atau implisit) dengan sumber acuan lain ( Danesi,2004: 38). Terdapat tiga jenis indeks ; indeks ruang, indeks temporal, indeks persona.

Indeks suatu tanda yang sifatnya tergantung dari adanya suatu denotasi, atau memiliki kaitan kausal dengan apa yang diwakilinya.

Indeks ruang mengacu pada lokasi atau ruang suatu benda, mahluk dan peristiwa dalam hubungannya denggan pengguna tanda. Contoh anak panah  yang bisa diartikan dengan kata penjelas yang menunjukan sesuatu, seperti disana, disitu.

Indeks temporal, indeks ini saling menghubungkan benda-benda dari segi waktu. Grafik waktudengan keterangan sebelum, sesudah merupakan contoh indeks temporal.

Indeks persona, indeks ini saling menghubungkan pihak-pihak yang ambil bagian dalam sebuah situasi. Kata ganti orang adalah contoh indeks persona.

c.       Simbol

Simbol adalah tanda yang mewakili objeknya melalui kesepakatan atau persetujuan dalam konteks spesifik. Makna – makna dalam suatu simbol dibangun melalui kesepakatan sosial atau melalui beberapa tradiasi historis (Danesi,2004: 38,44). Simbol merupakan jenis tanda yang bersifat arbitrer dan konvensional. (Budiman, 2004: 32).

            Contoh : bunga mawar yang dilambangkan sebagai simbol cinta. Burung Merpati sebagai lambah berkat atau dalam agama nasrani sebagai simbol Roh Kudus.

Suatu tanda bisa secara bersamaan menjadi suatu indeks, icon, dan simbol dalam waktu yang sama. Contohnya ; tanda persimpangan jalan. Tanda panah persimpangan jalan bisa menjadi simbol dan indeks bila dilihat dalam konteks situasi tertentu. Tanda panah persimpangan akan menjadi indeks bila kita letakan di dekat persimpangan jalan sebenarnya. Tanda tersbut akan menunjukan bahwa secara fisik kita akan tiba di suatu persimpangan jalan. Akan tetapi bila tidak disertai dengan situasi yang sebenarnya tanda tersebut bisa saja menjadi sebuah simbol persimpangan biasa.

Simbol membantu manusia untuk berkomunikasi. Simbol juga lebih kuat dari tanda. Simbol bisa membantu manusia menjelaskan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan secara langsung. Media simbol berupa bahasa lisan, tindakan, benda / bentuk visual.

 

 

Sumber Referensi :

Budiman Kris. 2004. Semiotika Visual. Buku Baik : Yogyakarta

Danesi Marcel. 2004. Pesan Tanda dan Makna. Jalasutra : Yogyakarta