Mohon tunggu...
Marhento Wintolo
Marhento Wintolo Mohon Tunggu... Arsitek - Pensiunan Dosen

Ayurveda Hypnotherapist

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Perpisahan Antar Manusia Hanyalah Mitos

2 April 2024   06:30 Diperbarui: 2 April 2024   06:54 93
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: https://alsofwa.com/

Perpisahan Atar Manusia Hanyalah Khayalan/Mitos

Perpisahan antar manusia hanyalah mitos/khayalan. Sebagaimana khayalan juga ciptaan dari pikiran kita sendiri. Ketika manusia memahami atau sadar bahwa kita semua terhubungkan oleh satu medan energi yang satu dan sama, energi kehidupan atau life force/prana. Tidak terhubung hanya masalh beda frekuensi atau cara pandang saja. 

Secara fisik bisa tampak sama berada di suatu tempat, tetapi sesungguhnya kita terpisah. Apalagi saat sekarang yang setiap orang asyik memegang gadget, bukan, 'kah walaupun berada di tempaat yang sama, sesungguhnya kita terpisah? Jadi tanpa sadar sesungguhnya saat kita katakan belum terpisah sebenarnya juga tidak tepat.

Secara fisik kita juga tidak pernah bersatu. Yang kita anggap kita hidup tidak terpisah juga berasal dari pikiran kita. Walaupun hidup berdampingan, namun sejatinya anggapan tidak terpisah juga pikiran. Anggapan yang muncul dari pikiran yang kita ciptakan sendiri telah membuahkan pertikaian antar manusia.

Dan ketika secara fisik kita adanya perbedaan jarak; Itu pun karena tidak terlihat oleh mata. Dan kita merasa terpisahkan. Semuanya karena anggapan yang diciptakan oleh pikiran kita sendiri. Betapa luar biasanya pikiran kita, namun serunya kita selalu menuding setan penyebab kekacauan di dunia ini.

Penderitaan

Penderitaan terjadi karena adanya perasaan perpisahan khayalan. Pernah ah kita merenungkan bahwa : 'MASA LALU - MASA KINI -MASA DEPAN' sebagai satu kesatpan. Masa kini tidak akan ada bila tidak ada masa lalu. Masa kini merupakan masa lalu ketika kita berada pada masa depan. Semuanya terhubung; saat ini sebagai akibat masa lalu. Yang kita pikir, ucapkan dan perbuat masa kini akan berakibat di masa depan. Penerimaan saat sebagai akibat perbuatan kita bisa menjadi obat penderitaan di masa kini. mari kita upayakan masa kini baik sehingga bisa merasakan kebahagiaan di masa datang.

Dalam ketidaktahuan kita sering mengadu kepada Tuhan agar dibantu. Lupa bahwa segala sesuatu tidak ada campur tangan Tuhan. Dia lah pencipta hukum sebab-akibat tersebut, selanjutnya yang terjadi adalah hukum-Nya. jadi ketika kita mencari dan merengek di tengah malam ingin bertemu Tuhan. Kita lupa bahwa bila kita terpisahkan dari Tuhan Yang Maha Hidup, kita tidak akan eksis di bumi ini. Kita tidak sadar bahwa kita semua hidup dalam satu medan energi Agung. Ketidaksadaran ini membuat kita merasa berbeda dengan yang lain.


Kepentingan Umum

Kepentingan umum juga kepentingan diri sendiri. Karena kita merupakan bagian dari umum. Kita sering berdoa dengan anggapan salah. Kebaikan umum dapat dipastikan kebaikan bagi kita juga. Oleh karena itu, berbuatlah kebaikan bagi umum, maka kita akan merasakan manfaatnya. Berdoalah bagi kebaikan semuanya, maka kita sudah pasti termasuk. Doa yang egois hanya membuat kita sakit mental.

Dalam buku Life Workbook by Anand Krishna, www.booksindonesia.com:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun