Mohon tunggu...
Mardi Sirait
Mardi Sirait Mohon Tunggu... Lainnya - Administer Social Justice

Menulis adalah pengabdian bagi keabadian dan menyuarakan kebenaran.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kepemimpinan dan Pemimpin Masa Depan

12 November 2020   19:36 Diperbarui: 12 November 2020   19:39 432 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kepemimpinan dan Pemimpin Masa Depan

Ketika kita berbicara tema kepemimpinan, tentulah banyak teori yang bisa dijelaskan. Bahasan kepemimpinan dan pemimpin masa depan juga merupakan suatu tema yang akan selalu relevan sepanjang peradaban manusia. Melihat urgensinya seorang pemimpin dalam mengatur, membuat perubahan dan kemajuan, maka panggilan untuk mengemban tanggungjawab sebagai pemimpin akan selalu ditunggu-tunggu.

Kita bisa melihat antusias orang banyak dari berbagai pemilihan pemimpin, baik di tingkat daerah, pusat maupun di dalam perusahaan. Sosok pemimpin sejati akan selalu ditunggu dan diharapkan banyak orang, untuk menjadi tempat orang-orang menyalurkan aspirasi mereka. Di lain hal (lagi), yang membuat bahasan tentang kepimpinan menjadi tema yang tidak habis-habisnya untuk dibahas, karena menyangkut kemaslahatan orang banyak. Melalui pemimpin yang ada, akan dengan mudah membawa orang banyak kepada keteraturan atau sebaliknya. Karena seorang pemimpin memiliki kuasa, wewenang dan melalui hal itu akan membuat banyak kebijakan yang sangat mempengaruhi kehidupan orang banyak.

Dari sedikit gambaran dasar di atas, maka sosok pemimpin sejati dengan berbagai karakter dan kriteria akan menjadi bahan perbincangan. Maka dari itu, kesejatian dari seseorang pemimpin menjadi sorotan yang utama. Dalam hal ini, setiap orang pastilah memiliki standar dan pandangan masing-masing akan sosok pemimpin yang ideal.

Tetapi, dari banyaknya bahasan tentang kepemimpinan, satu hal yang pasti bahwa kepemimpinan tidak akan pernah lepas dengan bahasan tentang visi. Melihat gambaran tujuan di masa depan dan mencoba menciptakannya, merekayasakannya dan mulai mengerjakannya hari ini. Visi juga disebut sebagai seni, "seni dalam melihat hal yang tidak kelihatan di masa depan", kemudian membagikan visi tersebut kepada orang lain. Visi itu menggerakkan orang lain juga untuk berbagian dalam mengupayakan tujuan tersebut di masa depan.

Dalam hal visi ini juga memberikan keteraturan dalam suatu wilayah, karena ada tujuan yang hendak dituju secara bersama. Maka dari hal itu, seorang pemimpin tidak akan lepas dengan bahasan strategi kepemimpinan dan management. Dalam hal strategi dalam kepemimpinan, seorang pemimpin akan dituntut oleh visi tersbut untuk mengejawantahkan tujuan tersebut kepada langkah-langkah yang praktis yang bisa dikerjakan dan menuju kepada pencapaian tujuan di depan.

Pada bagian ini, pemimpin dituntut keahliaan dan kecakapannya dalam membahasan visi dan mengkomunikasikannya kepada orang lain. Sehingga, seorang pemimpin dituntut juga adalah seorang komunikator, penyampai pesan yang tepat. Agar orang yang berbagian dalam pengerjaan tim tersebut memahami tujuan dari apa yang mereka kerjakan. Lebih lanjut, seorang pemimpin juga dituntut untuk mengkobarkan semangat dari orang-orang yang berbagian dalam pengerjaan visi tersebut. Maka dalam hal itu, pemimpin akan selalu menggaungkan dan memberi pencerahan kepada orang lain untuk melihat tujuan akhirnya. Sehingga, dengan sendirinya orang lain didorong untuk berbagian aktif dan berpartisipasi dalam bagian yang bisa mereka upayakan.

Dalam pengelolaan dan pengkoordinasian orang-orang banyak yang terlibat dalam tim tersebut, maka seorang pemimpin diharapkan kapasitasnya dalam management. Managemen tentang bagaimana melakukan sesuatu hal dengan benar melalui orang lain yang berbagain dalam tim. Dalam pengertian yang lain, managemen disebut juga sebagai seni dalam mengerjakan sesuatu hal melalui orang lain. Pada pengertian ini, maka seorang pemimpin juga dituntut memiliki kecapakan me-manage /mengatur potensi yang ada, yaitu setiap orang-orang yang terlibat.

Dengan demikian, tujuan dari visi tersebut akan dapat dicapai dan aka memiliki pengaruh yang besar karena setiap orang berbagian dalam pengerjaannya.

Selamat mengemban amanah kepemimpinan bagi kita semua, dimulai dari memimpin diri hingga skala yang lebih luas. Kalau kita didapati setia dalam perkara dan tanggungjawab yang kecil, maka jalan akan terbuka untuk mengemban kepemimpinan bagi banyak orang, dengan tujuan bagi kemaslahatan orang banyak. Memimpin dengan kebenaran dan berkeadilan bagi kemakmuran  dan kesejahteraan orang banyak.

 "Jika tindakan mu menginspirasi orang lain untuk bermimpi lebih banyak, belajar lebih banyak, berbuat lebih banyak, dan menjadi lebih banyak, kamu adalah seorang pemimpin."

-- John Quincy Adams

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan