Afifuddin lubis
Afifuddin lubis Pensiunan PNS

Selalulah belajar dari siapapun

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Ada Sinyal Jokowi untuk Gus Romi?

16 Mei 2018   07:54 Diperbarui: 16 Mei 2018   11:48 1807 5 3
Ada Sinyal Jokowi untuk Gus Romi?
sumber foto: ppp.or.id

Seperti yang telah diketahui saat ini sudah ada lima parpol yang menyatakan dukungannya terhadap Jokowi untuk kembali maju pada pilpres 2019. Kelima parpol tersebut adalah :PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, dan PPP.

Walaupun dukungan kelima parpol itu sudah lebih dari cukup untuk mengusung Jokowi tapi banyak kalangan yang memperkirakan presiden petahana itu akan menemui masalah dalam menentukan cawapresnya.

Masalah itu bisa muncul apabila masing masing partai pengusung menyorongkan kadernya sebagai cawapres.

Partai Golkar misalnya secara terbuka sudah mengusulkan agar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Golkar dipilih oleh Jokowi sebagai cawapresnya.

Selanjutnya Hanura juga akan menyodorkan nama Wiranto untuk menduduki jabatan bergengsi itu. Kemudian Partai Persatuan Pembangunan( PPP) juga menginginkan agar Romahurmuzij dipasangkan dengan Jokowi.

Sementara itu walaupun PDIP belum menyebut nama untuk cawapres tetapi kuat dugaan partai berlambang banteng itu akan mencalonkan Puan Maharani sebagai pendamping Jokowi.

Sedangkan Nasdem sampai sekarang belum menyebut nama siapa yang paling layak sebagai pasangan mantan Gubernur DKI itu.

Selain kelima parpol tersebut ada lagi PKB yang siap untuk mengusung Jokowi dengan syarat, Muhaimin Iskandar, Ketua Umumnya dijadikan Jokowi sebagai partner nya pada pilpres.

Oleh karena diperkirakan sebahagian besar parpol pendukung akan menyorongkan nama kadernya maka kuat dugaan penentuan cawapres inilah masalah yang paling pelik yang akan dihadapi Jokowi dan parpol pendukungnya nanti.

Oleh karenanya publik pun sangat tertarik untuk mencermati hal ini. Untuk itu setiap gerak gerik maupun ucapan Jokowi selalu jadi perhatian, terlebih lebih mantan Walikota Solo ini juga sering memberi sinyal sinyal melalui bahasa bahasa simbolik.

Demikianlah ketika beberapa bulan yang lalu Jokowi mengajak Muhaimin Iskandar hadir pada acara peresmian Kereta Api Bandara Sukarno Hatta maka banyak kalangan yang menduga duga apakah pria yang akrab disapa Cak Imin ini kah yang akan dipilih Jokowi?

Spekulasi saat itu muncul karena dalam peresmian itu Jokowi duduk berdampingan dengsn Cak Imin ketika menaiki KA Bandara. Begitu juga halnya ketika beberapa waktu yang lalu Jokowi jalan kaki berdua dengan Airlangga Hartarto di halaman Istana Bogor, muncul jugalah semacam anggapan ataukah Ketua Umum Partai Golkar itu yang akan dihunjuk Jokowi sebagai pendampingnya.

Ditengah tengah rasa ingin tahu yang kuat tentang siapa pendampingnya, pada Selasa 15 Mei 2018 ,Jokowi melontarkan kalimat kalimat yang membuat hati anggota PPP berbunga bunga.

Kompas.com,15/5/2018 memberitakan, Presiden Joko Widodo menyebut Romahurmuzij, Ketua Umum PPP, cocok sebagai cawapresnya. Hal itu diungkapkan Jokowi dalam pidatonya di acara penutupan Workshop Nasional Anggota DPR, DPRD PPP se -Indonesia Tahun 2018 di Ancol, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Berkaitan dengan Romi, sapaan akrab Romahurmuzij itu ,Jokowi menceritakan pengalamannya diwawancarai Najwa Shihab di acara Mata Najwa.

Waktu itu Najwa bertanya kepada Jokowi ,bagaimana tentang cawapres. Tiba-tiba Najwa menunjukkan foto Romi. Dengan spontan Jokowi menjawab, muda, santri, intelektual.

Kemudian Najwa bertanya kembali, bagaimana peluang Romahurmuzij untuk menjadi calon wakil presidennya pada pilpres 2019. Jokowi menjawab, "Ya cocok jadi cawapres."

Selanjutnya Jokowi menyatakan ,Romahurmuzij memang merupakan sosok yang berjiwa muda, datang dari dunia santri dan memiliki intelektual tinggi.

Sepanjang yang saya ketahui belum pernah Jokowi memuji seseorang yang disebut sebut sebagai cawapresnya seperti pujian yang diberikannya kepada Romahurmuzij.

Sepanjang yang saya ketahui juga, Jokowi belum pernah menyatakan secara gamblang seseorang akan jadi cawapresnya seperti yang diucapkannya kepada Ketua Umum PPP itu.

Selanjutnya ada hal yang menarik ketika Jokowi ungkapkan bahwa Romahurmuzij datang dari dunia santri,berjiwa muda dan memiliki intelektual tinggi.

Ketiga hal yang disampaikan Jokowi tentang Romi ini seolah olah menggambarkan tokoh yang dibutuhkan Jokowi sebagai pendampingnya adalah sosok yang mempunyai kualifikasi yang demikian.

Tentu Jokowi akan berhitung apabila nanti PKB tidak mendukungnya maka ia membutuhkan akses untuk masuk ke pesantren pesantren terutama pesantren NU di Jawa Timur.

Walaupun posisi PPP tidak sekuat PKB di Jawa Timur tetapi perlu diingat bahwa Romahurmuzij adalah putra dari KH Prof DR Tolchah Mansoer SH yang merupakan pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ( IPNU).

Romahurmuzij ini juga pernah menjabat sebagai Rois Syuriah PB NU 1984-1986. Romi juga merupakan cucu dari Menteri Agama ketujuh KH Muhammad Wahib Wahab. Dikalangan Nahdliyin nama Tholchah Hasan dan Muhammad Wahib Wahab juga cukup dikenal.

Dengan nama besar yang disandangnya maka Romi akan dapat membuka akses yang luas ke pesantren pesantren NU di Jawa Timur.

Antisipasi Jokowi untuk membuka akses ke pesantren pesantren sangat tepat karena diperkirakan sebahagian ummat Islam pendukung Aksi Aksi Bela Islam tidak akan memberikan suaranya kepada Jokowi.

Selanjutnya dari sisi usia,Romi juga belum terlalu tua. Ia dilahirkan pada 10 September 1974. Kemudian dari sisi pendidikan Romi juga punya rekam jejak yang bagus.Ia adalah penyandang gelar Magister Tehnik( MT) dari Fakultas Pasca Sarjana Jurusan Teknik dan Manajemen Institut Teknologi Bandung.

Dengan gambaran tentang sosok Romahurmuzij yang demikian maka tidak salah juga kalau muncul dugaan dalam hati,mungkin Jokowi serius untuk mempertimbangkan Ketua Umum PPP ini sebagai cawapresnya.

Salam Demokrasi!

Catatan :tentang riwayat hidup Romahurmuzij dikutip dari Wikipedia.