Afifuddin lubis
Afifuddin lubis Pensiunan PNS

Selalulah belajar dari siapapun

Selanjutnya

Tutup

Politik

Mengapa Marak Isu tentang Tentara Tiongkok Masuk Indonesia dan Adanya Penyerangan Ulama?

13 Maret 2018   22:54 Diperbarui: 13 Maret 2018   23:11 1475 3 6

Tahun 2018 ini adalah tahun politik dan tahun politik ini akan berlanjut terus sampai pemilu 2019.Dengan adanya even  pemilu nanti yang salah satu komponennya adalah Pilpres maka diperkirakan tensi politik akan meninggi dan berbagai issu juga akan semakin subur ,tumbuh berkembang di tengah tengah masyarakat.

Seperti yang sudah terlihat maka untuk Jokowi akan ada beberapa issu yang dikembangkan antara lain tentang " Asing", "Aseng" dan juga kurang dekat nya ia dengan kelompok Ummat Islam.

Sesuai dengan istilah yang digunakan, " Aseng" ,tentu punya konotasi bahwa Presiden petahana  itu punya hubungan istimewa dengan segala sesuatu yang berbau " Aseng".
Secara umum istilah tersebut mencakup dua hal yakni " Aseng" yang berada di Indonesia dan yang satu lagi berada di luar Indonesia tepatnya yang berada di Republik Rakyat Tiongkok atau RRT yang juga dinamakan Republik Rakyat Cina( RRC).

Kedekatan dengan negara adidaya tersebut juga dibumbui dengan issu lainnya karena Jokowi sangat dekat dengan kekuatan komunis yang oleh sebahagian berita hoax dilukiskan bahwa ihwal turunan nya berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia ( PKI).

Walaupun Jokowi sudah beberapa kali membantah issu ini tetapi oleh lawan politiknya ,issu yang demikian terus dikembang tumbuhkan.

Sudah dapat  diduga issu tersebut akan digunakan untuk menggerus elektabilitasnya dalam Pilpres nanti.

Demikianlah untuk memamah biakkan  issu tentang " Aseng" ini sudah lama dilansir berita tentang sudah dan akan terus masuknya Tentara Cina ke negeri ini.
Banyak cerita yang beredar yang menyatakan di lokasi X ditemukan sejumlah orang orang Cina yang berambut cepak ,di lokasi Y juga ditemukan hal yang sama.Issu yang demikian jelas bertujuan untuk menyatakan bahwa di beberapa lokasi di Republik ini sudah " mendarat" tentara Cina.

Tetapi muncul pertanyaan .Kalaulah memang ada dan banyak Tentara Cina yang berada di negeri ini lalu mengapa tidak terdengar ada tindakan dari aparat keamanan khususnya TNI,Polri dan BIN mengenai hal ini.

Rasanya tidak mungkin ketiga instansi tersebut hanya diam dan membiarkan para tentara itu melenggang kangkung di negeri kita ini. Kalau begitu dari mana sumber berita yang mengatakan tentara itu sudah banyak di Republik kita ini?.

Jokowi sepertinya menjawab pertanyaan ini. Dalam sambutannya pada acara Pembukaan Rapimnas Partai Demokrat di Jakarta ,Sabtu,10 Maret 2018 ,Jokowi mengatakan ,ada berita puluhan tentara RRC masuk ke Indonesia lewat Bandara Sukarno -Hatta.Setelah di cek ke kepolisian ternyata tidak ada dan berita itu tidak benar .
Begitu juga halnya dengan berita yang menyebut ada 41 kali penyerangan ke ulama.

Setelah dicek ternyata hanya 3 dan itu juga sedang ditangani pihak kepolisian. Jokowi menaruh curiga kalau kabar bohong itu beredar di media sosial bukan karena ketidak tahuan tetapi karena ada yang mendesign dengan maksud membuat kekeruhan di masyarakat.

Kita sangat sadar di masyarakat ada beberapa hal yang sangat peka antara lain yang berhubungan dengan ' Aseng' dan penghinaan terhadap ulama.
Berkaca kepada pernyataan Kepala Negara itu maka bukan tidak mungkin ada kelompok yang dengan sengaja mengembangkan issu tersebut sekurang kurangnya dengan beberapa tujuan yakni,1).Jokowi pro ' Aseng',2). 

Ulama disakiti,3).Aparat keamanan dan ketertiban seolah olah tidak berdaya menghadapi hal hal yang demikian.

Tentunya lah kecurigaan Jokowi tersebut pantas kita simak dengan mendalam  agar kita justru tidak terpancing mengikuti gendang permainan si pembuat issu tersebut.
Salam Persatuan !