Politik Pilihan

Mencermati "Walk Out" Sewaktu Anies Pidato pada Ultah Kolese Kanisius

14 November 2017   21:20 Diperbarui: 14 November 2017   21:37 924 5 3
Mencermati "Walk Out" Sewaktu Anies Pidato pada Ultah Kolese Kanisius
Foto: Kompas.com

Entah kenapa saya termasuk gembira membaca berita ketika Sabtu malam ,11 November 2017 ,Gubernur DKI,Anies Baswedan hadir pada acara peringatan 90 tahun lembaga pendidikan Kolese Kanisius di Hall D Jl Expo Kemayoran Jakarta Utara.
Saya merasa gembira oleh karena tiga hal.

Pertama, lembaga pendidikan Kolese Kanisius adalah lembaga yang dikelola oleh ummat Katolik yang sudah berkiprah 90 tahun dan ikut berperan aktip untuk ikut mencerdaskan bangsa.

Kedua, Lembaga ini mengundang Gubernur DKI pada ulang tahunnya yang menurut saya sebuah sikap yang cukup matang karena Kolese Kanisius tidak mencampur adukkan politik dengan lembaga pendidikannya. Bukankah pada Pilgub yang lalu muncul kesan pada sebahagian orang bahwa Anies Baswedan -Sandiaga Uno sengaja membiarkan isu agama khususnya agama Islam dimunculkan dengan maksud untuk memenangkan kontestasi pilgub DKI?

Dengan mengundang Anies Baswedan ,Kolese Kanisius mampu memisahkan sikap keagamaan ( seandainya hal itu ada) pada pertarungan politik yang lalu itu dengan tugas utamanya melayani masyarakat khususnya di bidang pendidikan.

Ketiga, kesediaan Gubernur DKI memenuhi undangan pada acara ulang tahun ke-90 lembaga pendidikan yang berwibawa yang dikelola ummat Katolik itu menunjukkan bahwa mantan Rektor Universitas Paramadina itu adalah Gubernur semua golongan tanpa membeda bedakan agama , ras,suku maupun golongan.

Sikap seperti ini juga telah ditunjukkan Anies ketika meresmikan gereja baru HKBP di Semper,Jakarta Utara ,akhir Oktober yang lalu.
Tetapi kemudian rasa gembira saya itu sedikit terusik ketika kemudian mengetahui sejumlah orang meninggalkan tempat acara ketika Anies Baswedan sedang menyampaikan pidatonya.Kemudian setelah Anies selesai menyampaikan pidato nya mereka yang " walk out " itu masuk kembali ke tempat acara.

Diantara hadirin ataupun undangan yang walk out itu salah satunya adalah komposer ternama Ananda Sukarlan.Komposer ternama ini hadir karena merupakan alumnus Kolese Kanisius yang juga terpilih menerima penghargaan. Seperti yang diberitakan Kompas.com,13/11/2017 ,sekitar lima menit mendengarkan pidato Anies kemudian ia yang duduk pada barisan depan berdiri dan meninggalkan ruangan.

Alasan Ananda meninggalkan ruangan karena menurutnya ,sosok Anies yang diundang di acara itu dinilai tidak mencerminkan nilai nilai ajaran Kanisius. Ananda menyinggung soal pidato Anies seusai dilantik sebagai Gubernur DKI yang menyinggung masalah pribumi dan non peribumi.
Karenanya menurut Ananda ," waktu kami datang kesana,kami kaget ,kok ada Pak Anies .Terus kami pikir ,kenapa sih ( diundang) .Karena nilai nilai Pak Anies enggak sesuai dengan yang diajarkan Kanisius terutama tentang perbedaan ,pribumi ,dan non pribumi ".

Sesudah Anies selesai pidato dan meninggalkan ruangan,Ananda beserta sejumlah alumni lain yang walk out kemudian kembali ke ruangan.
Ketika memberikan sambutan terhadap penghargaan yang dia dapatkan ,Ananda mengkritik panitia yang mengundang sosok yang tidak mencerminkan ajaran Kanisius.

" Saya mengkritik panitia bahwa mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara cara dan nilai - nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Kanisius.Namun saya tidak menyebut nama Pak Anies", ujar Ananda. Sesudah membaca keterangan Ananda ini yang bertitik tolak dari ajaran atau nilai- nilai yang diajarkan Kanisius lalu muncul pertanyaan di benak saya.

Anies Baswedan ,Gubernur DKI diundang ke acara itu tentu karena diundang oleh panitia penyelenggara yang tentunya juga memahami nilai - nilai atau ajaran Kanisius.

Ketika mengundang Anies tentu panitia juga sudah mengetahui siapa Anies.Kalaulah memang panitia menganggap Anies mendapatkan jabatannya dengan cara cara yang tidak sesuai dengan ajaran  Kanisius ,lalu mengapa mereka mengundangnya dan juga bahkan menyampaikan kata sambutan.

Dalam pikiran saya ada 2 kemungkinan tentang hal ini,1).panitia tidak menyadari bahwa sosok yang mereka undang itu justru memperoleh jabatannya dengan cara yang tidak sesuai dengan ajaran ataupun nilai nilai Kanisius, atau 2). mereka menyadarinya tetapi tidak mempersoalkannya.
Tentu saya tidak dalam posisi untuk menyatakan siapa yang salah dan benar antara panitia dengan Ananda Sukarlan dan juga saya tidak tahu apakah Anies tersinggung atau merasa dipermalukan dengan insiden walk out itu.

Namun dalam suasana sedang mencermati kejadian itu ,kemudian saya membaca sikap panitia berkaitan dengan hal tersebut. Kompas.com, Selasa,14/11/2017 ,memberitakan ,pihak Kolese Kanisius mengirimkan surat penjelasan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait insiden yang terjadi pada acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius.

Perwakilan Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius ,Affan Alamudi mengatakan selain menyampaikan apresiasi serta terima kasih atas kehadiran Anies,pihak sekolah juga mengklarifikasi masalah yang sebenarnya terjadi. Dalam surat tersebut ,Kolese Kanisius juga meminta maaf atas kejadian yang disebut tak  mewakili pihak manapun ,termasuk pihak Kolese Kanisius.

"Kami minta maaf kepada Gubernur atas kejadian yang kurang menyenangkan ini " ujar Affan kepada Kompas.com di Kolese Kanisius ,Jakarta Pusat,Selasa ( 14/11/2017). Selanjutnya Affan mengemukakan ,Kolese Kanisius mengajarkan nilai nilai Kanisius termasuk menghargai setiap tamu yang hadir.Apa yang diperlihatkan Ananda merupakan pernyataan yang mewakili dirinya.

Terhadap insiden yang terjadi itu,Anies Baswedan menyatakan tidak mempermasalahkan sikap Ananda. Dengan penjelasan Affan Alamudi itu saya menjadi dapat gambaran yang lebih jelas dan menyeluruh tentang nilai nilai yang diajarkan oleh Kanisius. Dan dalam hati ,saya juga menjadi punya jawaban siapa sebenarnya antara Ananda Sukarlan dan pihak Kolese yang masih memegang teguh nilai nilai dan ajaran kolese yang sudah berusia 90 tahun itu.

Salam Persatuan!