Mohon tunggu...
Marahalim Siagian
Marahalim Siagian Mohon Tunggu... Konsultan-sosial and forest protection specialist

Homo Sapiens

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Cara Masyarakat Pemburu-Peramu Memutus Rantai Penyakit Menular

29 Maret 2020   14:08 Diperbarui: 2 April 2020   11:27 537 20 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cara Masyarakat Pemburu-Peramu Memutus Rantai Penyakit Menular
Orang Rimba sedang pindah tempat (Doc/. KKI Warsi)

Tulisan ini akan saya mulai dengan pertanyaan, apa itu sakit?. Bagi masyarakat pemburu-peramu, seperti Orang Rimba di Sumatera, sakit adalah kondisi "layu".

Konsep layu beranalogi dari tumbuhan yang jika mengalami ganguan seperti dipatahkan oleh angin kencang, tumbang atau rebah, layu karena kemarau dan sebagainya. Konsep layu pada manusia berarti kondisinya lemas, lesu, serta tak berdaya.

Jenis-jenis penyakit pada mayarakat pemburu-peramu umumnya adalah jenis-jenis penyakit yang sudah dikenali lama oleh dunia kedokteran sepeti; entak gigi (sakit gigi), poning (sakit kepala), betuk (batuk), semo (flu), betuk-semo (batuk flu), merancong (sakit perut), muta bingguk (muntah berak/muntaber), gelira (colera), cacar (cacar).

Penyakit kuning (hepatitis), domom kuro (malaria), burut atau oluron (hernia), entak tulang (rematik), luka, patah tulang, TBC dan tifus mungkin sudah mereka derita. Namun progeria (penuaan dini pada anak) hingga parkinson (ganguan pada koordinasi gerakan tubuh karena kerusakan saraf) hampir tidak pernah dilaporkan.

Sejumlah penyakit yang diidentifikasi di atas dikonsepsikan sebagai "penyakit dari hilir" atau penyakit dari luar yang tertular melalui kontak dengan orang terang (bukan Orang Rimba). Sementara penyakit yang diakibatkan oleh perbuatan sihir, silum (siluman), hantu, dan makluk-makluk supranatural lainnya yang simtompnya berupa; tesapo (kesurupan), muntah darah, atau menunjukkan perilaku gila.

Seseorang yang terkena penyakit yang dibuat oleh silum misalnya adalah akibat seseorang mengotori (kencing, berak) di rumah silum sehingga tubuh sipenderita dimasuki oleh benda-benda milik silum seperti: pelurunya, kawatnya, kacanya, pancingnya, atau digigit anjingnya. Jadi solusinya hanya ke dukun agar sipenderita sehat kembali.

Secara kategoris, pemburu-peramu seperti Orang Rimba membedakan sumber penyakit dari dua sumber yakni penyait yang berasal dari hilir/laut dan penyakit yang diperoleh di rimba/hutan. Oleh sebab itu mereka berpendirian bahwa penyakit yang datang dari hilir obatnya hanya ada di hilir, sedangkan penyakit yang datang dari hutan obatnya hanya ada di hutan.

Pemburu-peramu memahami bahwa ada penyakit yang hanya akan sembuh melalui obat yang dibuat oleh orang hilir (dunia kedokteran) sementara obat untuk penyakit yang timbul di hutan hanya akan sembuh bila ditangani oleh dukun.

Penyakit menular
Bagaimana masyarakat pemburu-peramu mengatasi penyakit menular (pademi) seperti Corona virus (Covid 19) yang melanda dunia saat ini? Sebelum menjawab pertanyaan itu, penulis akan menyebutkan dahulu penyakit-penyakit menular yang bisa menjadi pademi pada populasi yang lebih besar.

Penyakit dimaksud seperti; cacar (cacar), muntaber (munta bingguk), batuk (betuk), flu (semo), batuk-flu (betuk semo), dan colera (gelira).

Cara masyarakat pemburu-peramu memutus rantai penularan penyakit menular adalah dengan pemisahan (separation) dalam bahasa Orang Rimba disebut 'besesandingon'.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x