Agus Susilo Saefullah
Agus Susilo Saefullah Guru Ngaji di SDIT ALHIKMAH & Mahasiswa Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Hormat Abah jeung Ema

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Gegesik Desa Budaya yang Berduka

17 April 2018   15:02 Diperbarui: 17 April 2018   15:13 181 1 0
Gegesik Desa Budaya yang Berduka
Silaturahim TIM SDIT ALHIKMAH ke SMPN 1 GEGESIK diterima Kepsek, Ketua Komite dan Para Guru

Siapa yang tidak sedih mendengar putra putri daerah yang sedang berlatih menjaga seni tradisi warisan leluhur diambil cepat oleh Yang Maha Kuasa. tujuh dari dari sebelas orang yang sedang berlatih seni gamelan meninggal akibat rumah sanggar yang sedang ditempati tertimpa bangunan tua berisi sarang burung walet yang roboh seketika.

Bapak Suhardi Kepala SMPN 1 Gegesik merasakan luka yang begitu mendalam ketika kami tim SDIT Al-Hikmah  yang terdiri dari Agus Susilo Saefullah (Kepala Sekolah), Hilman Mulyawan (Guru Olahraga) dan Aat Fathurrozzak (Wali Murid) mengunjungi beliau di Kantor SMPN 1 Gegesik. (Selasa, 17/04/2018)

Suhardi yang saat itu ditemani Ketua Komite SMPN 1 Gegesik H. Abas dan H. Kholidin serta beberapa guru menceritakan kepada kami rasa kehilangan yang teramat sangat dari seluruh warga sekolah bahkan warga Cirebon terhadap siswa-siswi yang berprestasi di bidang seni dari mulai prestasi tingkat daerah hingga tingkat nasional ini. Tercatat Si Dalang Cilik Almarhum Adzikri (salah satu korban) bersama teman-temannya pernah mengisi acara Hardiknas di tingkat Nasional. Latihan yang sedang digelar di hari nahas itupun adalah rangkaian latihan yang dilakukan untuk persiapan O2SN dan acara Hardiknas di Kabupaten Cirebon. Menurut Pak Hardi begitu kami menyapa beliau, anak-anak tertimpa robohan bangunan itu hari senin, 16 April 2018 antara pukul 10.00-11.00 WIB.

Kepala Sekolah yang juga merupakan warga Desa yang dinobatkan sebagai Desa Budaya ini menyampaikan bahwa salah satu korban adalah Pak Suherman. Beliau adalah seniman yang setia dan merupakan aset warga Gegesik. Bersama anaknya Arid yang kedua-keduanya menjadi korban senantiasa melayani anak-anak Desa yang ingin berlatih di rumahnya.

Data korban Jiwa yang kami catat adalah Fadiya Amalia (Karang Anyar), Suprapti (Gegesik Kidul), Andra (Gegesik Kidul), Ferdi (Gegesik Wetan), Adzikri (Gegesik Wetan), Pak Suherman (Gegesik Wetan), dan Arid (Gegesik Wetan). Sementara Fitri dan Tri Intan selamat dan sekarang di rwata di rumah sakit karena mengalami luka seriur.

Data Yang diterima dari Ketua Komite H. Kholidin Sumber: Dokumen Pribadi
Data Yang diterima dari Ketua Komite H. Kholidin Sumber: Dokumen Pribadi

Jam 07.00 WIB TIM bergegas menuju Desa Gegesik Wetan Kabupaten Cirebon. Selama tiga jam TIM berada di SMPN 1 Gegesik dan melihat beberapa lokasi serta kembali ke SDIT ALHIKMAH pukul 13.00 WIB. Setibanya di Sekolah, kami sampaikan kepada anak-anak untuk sama-sama mendo'akan kakak-kakak yang sudah dipanggil oleh yang Maha Kuasa dan bersemangat untuk melanjutkan perjuangan mereka menjaga seni tradisi yang semakin hari semakin tergerus oleh arus modernisasi.

Kepala Sekolah Agus Susilo Saefullah menyerahkan bantuan dana dari siswa-siswi SDIT ALHIKMAH kepada keluarga korban melalui Kepala Sekolah SMPN 1 Gegesik Suhardi (Sumber Foto: Dokumen Pribadi)
Kepala Sekolah Agus Susilo Saefullah menyerahkan bantuan dana dari siswa-siswi SDIT ALHIKMAH kepada keluarga korban melalui Kepala Sekolah SMPN 1 Gegesik Suhardi (Sumber Foto: Dokumen Pribadi)

Kami atas nama keluarga Besar SDIT ALHIKMAH menyampaikan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas musibah ini. Kami berdo'a semoga Ananda semua diterima di sisi Allah, keluarga besar diberi kesabaran dan siswa-siswi seluruh sekolah yang ada di Desa Budaya Gegesik Wetan dan gegesik Kulon khususunya serta kita semua pada umumnya bisa meneruskan kembali perjuangannya dalam menjaga seni tradisi yang kita cintai.*** (Kominfo SDIT ALHIKMAH)