Mohon tunggu...
Mamas Igun
Mamas Igun Mohon Tunggu... Hanya manusia biasa

Warga asli kebumen, lahir di Mirit, menikah dengan orang Alian, tinggal di Gombong

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mahasiswa IAINU Kebumen Lakukan Pendampingan Masyarakat Tangguh Covid-19

18 September 2020   15:45 Diperbarui: 18 September 2020   17:22 69 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa IAINU Kebumen Lakukan Pendampingan Masyarakat Tangguh Covid-19
Sosialisasi Edukasi Covid-19 terhadap warga RW 09 Wonokriyo

Kebumen – Pandemi Covid-19 di Indonesia telah memasuki era adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Sayangnya, di era new normal ini pertumbuhan angka kasus penderita positif Covid-19 malah terus mengalami peningkatan. Adanya situasi seperti ini, IAINU Kebumen melalui program KKN Mandiri Dari Desa melakukan pendampingan masyarakat dengan tema Masyarakat Desa Tangguh Covid-19. Pendampingan dilakukan oleh para mahasiswa peserta KKN MDD IAINU Kebumen secara mandiri di desa masing-masing.

Salah satu kelurahan yang menjadi sasaran program KKN Mandiri dari Desa ini adalah Kelurahan Wonokriyo, sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Gombong Kebumen Jawa Tengah. Sebagai kelurahan yang posisinya relatif di tengah perkotaan Gombong menjadikan Wonokriyo sebagai pusat aktivitas ekonomi, didukung adanya pasar tradisional terbesar di Gombong yang berada di kelurahan ini. Adanya pandemi covid-19 tentu sangat berdampak bagi warga kelurahan Wonokriyo.

Sebagamana kita ketahui dampak pandemi covid-19 ini cukup signifikan di segala bidang terutama pada bidang pendidikan dan perekonomian di seluruh Indonesia. Kondisi sosial perekonomian yang terus memburuk di satu sisi dan tingkat kesembuhan yang semakin meningkat di sisi lain menjadikan pemerintah mengambil kebijakan New Normal (badan bahasa memberi istilah Kenormalan Baru). Kebijakan New normal diambil sebagai langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Sebelum pemerintah mengumumkan New Normal, sebagaimana daerah-daerah lain, warga masyarakat Kelurahan Wonokriyo sangat aktif dalam program pencegahan penyebaran virus covid-19 seperti penyemprotan desinfektan, pembuatan posko disetiap RW, pendataan dan pengawasan keluar masuknya warga dari dan ke luar kota, dan lain-lain.

“Dengan adanya musibah pandemi covid-19, Kelurahan Wonokriyo sudah membentuk tim relawan penanggulangan covid-19 tingkat kelurahan dan tingkat RW, di tingkat RW sudah dibentuk posko pada tiap-tiap RW dan diadakan piket. Semua pendatang wajib melapor ke posko RW masing-masing. Juga sudah diadakan penyemprotan desinfektan di lingkungan, fasilitas umum dan kantor-kantor. Program ini didukung dengan pendanaan SKPD di kelurahan. Alhamdulillah sampai saat ini Wonokriyo masih dalam zona hijau dan masih aman,” demikian keterangan Kepala Kelurahan Wonokriyo, Slamet Haryanto, S.I.P.

Subagyo, salah seorang anggota tim gugus tugas penanggulangan covid-19 Kelurahan Wonokriyo menjelaskan terkait program penanggulangan covid-19 di Kelurahan Wonokriyo, bahwa yang pertama adalah sosialisasi tentang pencegahan covid-19, selanjutnya dibentuk posko-posko di setiap RW, penangananya dimulai dari bawah (tingkat RW) kemudian (jika ada temuan terkait covid-19) ditindaklanjuti ke tingkat yang lebih atas. “Alhamdulillah selama ini belum ada yang sampai keluar, bisa ditangani di tingkat bawah.” Saat ini keberadaan posko sudah tidak lagi di tempat-tempat strategis namun dipindahkan ketempat ketua RW masing-masing dan sudah tidak ada jadwal piket jaga sebagaimana sebelumnya. Masyarakat pun sudah mulai beraktivitas sebagaimana biasanya, dan diharapkan dan dianjurkan untuk mengikuti protokol kesehatan.

Meski kondisi New Normal tetap mengharuskan adanya protokol kesehatan pencegahan penularan/penyebaran virus covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun dan sebagainya, namun fenomena yang terjadi di masyarakat menggambarkan bahwa banyak warga yang abai terhadap himbauan pemerintah terkait protokol kesehatan ini. Masih banyak didapati warga yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah dan berkumpul di tempat umum seperti pasar dan lainnya. Fenomena lainnya adalah lesunya perekonomian yang berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat. Menyikapi fenomena tersebut maka sudah tepat jika IAINU Kebumen melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui program KKN Mandiri dari Desa dengan tema Masyarakat Desa Tangguh Covid-19.

Gunadi, salah seorang mahasiswa peserta KKN MDD IAINU Kebumen yang berdomisili di Kelurahan Wonokriyo, dalam program pengabdian berbasis masyarakat, melakukan pendampingan kepada masyarakat di Dusun Kendalgrowong Kelurahan Wonokriyo dengan melakukan kegiatan sosialisasi edukasi covid-19. Sosialisasi ini dilaksanakan di RW 09 bekerja sama dengan tim relawan dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kecamatan Gombong. Dengan kegiatan sosialisasi edukasi covid-19 ini diharapkan masyarakat lebih memahami tentang covid-19, lebih waspada serta selalu mentaati himbauan pemerintah terkait protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Selain melaksanakan kegiatan sosialisasi edukasi covid-19, peserta KKN juga melaksanakan sebuah kegiatan pelatihan life skill yaitu pelatihan pembuatan sabun deterjen cair. Pelatihan ini di laksanakan di SD Negeri 2 Wonokriyo, diikuti oleh siswa-siswi kelas 6 SDN 2 Wonokriyo. Pelatihan ini dimaksudkan untuk membekali siswa-siswi kelas 6 yang sebentar lagi lulus. Selain itu, pelatihan pembuatan sabun deterjen cair dengan semboyan mudah, murah, dan manfaat ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk penghematan dalam masa pandemi di mana perekonomian sedang mengalami kelesuan. (igun)


VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x