Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa

Saya seorang pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Apakah Kebijakan Tarif Baru Trump Akan Memicu Perang Dagang Dunia?

14 Maret 2018   21:06 Diperbarui: 15 Maret 2018   10:02 984 1 0
Apakah Kebijakan Tarif Baru Trump Akan Memicu Perang Dagang Dunia?
gsmbasics.com.ng

Pemerintah Trump di AS mengumumkan bahwa mereka  akan menaikkan tarif impor baja dan aluminium, sedangkan Uni Eropa mengungkapkan bahwa mereka akan mengumumkan daftar tarif pembalasan sebesar 25% lebih banyak untuk produk AS tertentu, yang akan melibatkan hingga 3,5 miliar USD.

Apakah perang dagang benar-benar akan melanda dunia?

Terlepas dari apakah perang dagang akan terjadi atau tidak antara Uni Eropa dan AS, yang jelas Trump telah "menarik pelatuk untuk perang tarif" itu berarti "proteksionime perdagangan AS telah memasuki tahap implementasi                                                                        nyata."

Jadi apakah itu berarti AS benar-benar akan menutup pintu globalisasi? Lalu apakah itu globalisasi?

Globalisasi adalah dimana orang-orang dari berbagai belahan dunia bekerja sama. Mereka membeli dan menjual barang satu sama lain, dan mereka berkunjung bahkan tinggal di negara-negara masing-masing.

Dengan AS telah menandatangani rencana tarif membuat seluruh dunia menjadi nervous.

Pada sore hari 8 Maret, waktu setempat di AS, Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah dekrit di Gedung Putih: bea masuk dikenakan pada baja dan aluminium dari semua negara, namun Meksiko dan Kanada untuk sementara dibebaskan.

CNBC AS melaporkan bahwa kecuali dua anggota Amerika Utara yang dibebaskan, "Gedung Putih akan memberi kesempatan kepada negara-negara lain untuk memberi alasan mengapa mereka tidak diikut-sertakan dalam perkecualian."

Dibandingkan dengan sikap keras seminggu yang lalu, pemerintah Trump sepertinya telah mereda.

Dalam tweeternya Trump megatakan: "Industri baja dan Aluminium kita (dan banyak lainnya) telah hancur oleh kebijakan perdagangan dan kebijakan yang tidak adil selama bertahun-tahun dengan negara-negara dari seluruh dunia. Kita tidak boleh membiarkan negara kita, perusahaan dan pekerja dimanfaatkan lagi. Kita ingin kebebasan, keadilan dan Smart Trade!"

trump-tweeter-1-5aa92ba8caf7db4f6b549f22.png
trump-tweeter-1-5aa92ba8caf7db4f6b549f22.png
Sumber: twitter.com/realDonaldTrump

Pada hari Rabu pagi, 1 Maret, waktu setempat, Presiden AS Donald Trump memulai dengan tweet diatas ini yang membuat Gedung Putih kacau.

Hari itu, Trump mengumpulkan para pemimpin dari 15 perusahaan baja dan aluminium utama AS, dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih untuk mendengarkan pendapat mereka. Selama pertemuan ini, Trump mengatakan bahwa perusahaan baja dan aluminiumTariff  selalu diperlakukan tidak adil, dan bahwa dia akan membenahi kembali industri baja dan aluminium AS dengan menaikkan tarif impor baja dan aluminium.

Trump mengatakan: dia akan menaikan tarif 25% untuk baja, dan 10% untuk aluminium, dan akan untuk jangka waktu yang lama.

twitter Trump
twitter Trump
"Trump Memicu Perang Tarif/ Trump Pulls the Trigger on a Tariff War" (Trump to Impose Sweeping Steel and Aluminum Tariffs/Trump Mensweeping Tarif Baja dan Aluminium) menurut "New York Time"

Namun siapakah yang akan paling terpengaruh oleh AS menaikkan tarif impor baja dan aluminium ini? Mari kita lihat dua set data di bawah ini:

Data dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa dalam sepuluh bulan pertama tahun lalu, enam negara yang mengekspor baja paling banyak ke AS berada dalam urutan: Kanada, Brasil, Korsel, Meksiko, Turki dan Jepang, sementara baja dari Cina hanya sekitar 3% dari total baja impor AS.

Sumber: www.nytimes.com
Sumber: www.nytimes.com
Data dari Asosiasi Aluminium AS menunjukkan bahwa dari Januari hingga November tahun lalu, Kanada, Rusia, Uni Emirat Arab, Tiongkok, dan Bahrain merupakan lima sumber utama produk aluminium impor AS.

Sebuah laporan di "Financial Times" mengatakan bahwa AS mengimpor sedikit baja atau aluminium langsung dari Tiongkok, karena itu tindakan apa pun yang AS ambil akan menjadi pukulan bagi sekutu militernya seperti Kanada, Jerman, Jepang dan Korsel.

Protes Dari Banyak Pihak

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7