Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Saya seorang pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Saya seorang pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

APEC Menjadi Ajang Pertarungan Raksasa Ekonomi Dunia (9-12 )

25 Desember 2014   20:23 Diperbarui: 17 Juni 2015   14:28 50 0 0 Mohon Tunggu...

Pada 11 desember 2001, Tiongkok secara resmi bergabung dengan WTO, menjadi anggota resmi yang ke-143 WTO. “Wall Street Journal” AS mengatakan “ Dengan bergabungnya Tiongkok dengan WTO, itu penting untuk “tantanan global”. Namun dilatar bekangi Tiongkok yang sedang meningkatkan  untuk ‘menyesuaikan dengan standar internasional’ telah mengalami aturan yang irasional dan perlakuan yang tidak adil oleh organisasi ekonomi dan perdagangan internasional saat ini”

Dari iPhone Apple dan disk drive hingga turbin angin, rare earth (REE)*1 yang juga dikenal dengan “vitamin industri” merupakan bahan strategis yang penting bagi perkembangan industri modern, tetapi barang ini adalah SDA yang tidak terbarukan. Penggalian RE ini sering kali disertai dengan pengerusakan lingkungan yang parah, dan karena itu banyak negara lebih baik membeli daripada harus mengembangkan dengan menggali SDA nya dalam negeri.

Namun selama bertahun-tahun Tiongkok telah memberikan lebih dari 90% dari pasokan dunia dengan 23% dari verifikasi deposit dunia. Tiongkok telah melakukan pengetatkan kuota ekspor pada 2008, yang dilakukan berdasarkan pertimbangan perlindungan dan sumberdaya  dalam negerinya, tapi ini membuat marah negara pengimpor RE ini.

Pada tahun 2012, AS, Jepang dan Uni Eropa mengajukan gugatan ke WTO. Pada 17 Agustus 2014 WTO mengumumkan “langkah-langkah yang berkaitan dengan kasus ekspor RE, tungsten, molibdenum untuk AS, Uni Eropa dan Jepang terhadap Tiongkok”.  Meskipun WTO tidak mendukung gugatan AS. Tapi memutuskan bahwa ukuran batasan ekspor Tiongkok tidak sesuai dengan peraturan WTO, untuk itu diperlukan bagi pemerintah Tiongkok untuk melakukan penyesuaian berdasarkan ini.

Selain itu negara-negara sedang berkembang di Asia-Pasifik selalu menjadi korban Eropa dan AS dari perdagangan periodik proteksionisme sejak krisis keuangan internasional yang dimulai 2008, proteksionisme perdagangan telah tumbuh dengan sengitnya antara negara-negara maju di Eropa dan AS. Dari data statistik menunjukkan bahwa selama 5 tahun terakhir 74% dari kebijakan anti-dumping Eropa dan AS diarahkan pada negara-negara Asia.

Sebuah laporan yang dirilis oleh WTO pada 16 Juli 2014 menunjukkan bahwa dari 2011-2012, Uni Eropa menerapkan total 112 tindakan anti-dumping, yang terutama diarahkan pada negara-negara Asia, terutama kepada Tiongkok. Demikian juga dalam sengketa perdagangan produk Photovoltaic (PV) antara Tiongkok dan Uni Eropa telah menarik banyak perhatian.

Ekonom Swedia Fredrik Erixon menunjukkan bahwa kasus Uni Eropa tentang Tarif terhadap produk Tiongkok tidak tampak seperti kasus anti-dumping yang normal. Sebaliknya, harus dipandang sebagi contoh bahwa Uni Eropa tidak ingin memberi Tiongkok sebuah “tumpangan gratis” pada sistim perdagangan global terbuka yang menampilkan produk-produk umum.

Huawei dan ZTE Coorporation perusahaan raksasa telekomunikasi Tiongkok ketika coba mengembangkan pasar ke luar negari, mereka ditolak AS berkali-kali dengan alasan “keamanan”.

Pada 16 Januari 2014 Shen Dayang juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan : Jika dilihat dari data saat ini Tiongkok merupakan negara yang paling menjadi sasaran penyelidikan anti-dumping di dunia selama 18 tahun berturut-turut, dan juga merupakan negara yang mengalami paling banyak di-investigasi untuk anti-subsidi salama 8 tahun berturut-turut. Selain itu dari jumlah tututan hukum yang diajukkan oleh negara-negara maju terus meningkat dalam jumlah yang besar dan jumlah tuntutan hukum yang diajukkan oleh negara-negara sedang berkembang juga terus meningkat. Dari data yang ada saat ini Tiongkok merupakan korban terbesar dari proteksionisme perdagangan.

*1 REE = Elemen langka bumi atau logam dari tanah yang langka meupakan salah satu dari serangkaian 17 belas elemen unsur kimia, khususnya 15 Lantania + Skandium + Irtium. Skandium dan Itrium dianggap unsur tanah jarang karena cendrung terjadi dalam deposit bijih sama dengan Lantania yng menunjukkan sifat kimia yang mirip.

( Bersambung ...... )

Sumber : Berbagai Media Tulis dan TV Internasional

-http://en.wikipedia.org/wiki/Asia-Pacific_Economic_Cooperation

-http://www.bbc.com/news/world-asia-29999782

-http://www.bbc.com/news/world-asia-29983948

-http://www.bbc.com/news/world-asia-china-29957115

-http://www.bbc.com/news/world-asia-29983537

-http://www.xinhuanet.com/world/2014apec/

-http://www.xinhuanet.com/world/2014apec/

-http://news.xinhuanet.com/photo/2014-11/11/c_127199600.htm

-http://www.fmprc.gov.cn/mfa_chn/gjhdq_603914/gjhdqzz_609676/lhg_609918/

VIDEO PILIHAN