Mohon tunggu...
Mahir Martin
Mahir Martin Mohon Tunggu... Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan

Penulis: Satu Tahun Pembelajaran Daring, Dirayakan atau Disesali? (Penerbit Deepublish, 2021); Hikmah Pandemi Covid-19 Relevan Sepanjang Masa (Guepedia, 2021); Motto: Reflection Notes: Ambil hikmahnya...

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Menulis dari Hati ala Bang Ahmad Fuadi

7 Februari 2021   17:09 Diperbarui: 7 Februari 2021   17:56 93 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menulis dari Hati ala Bang Ahmad Fuadi
Ahmad Fuadi, Penulis Novel Negeri 5 Menara.(kompas.com) 

"Tulisan bisa menginformasikan, menginspirasi, dan menggerakkan kalau diramu dengan rasa, data dan logika," itu salah satu kalimat inspiratif yang saya tangkap dari novelis terkenal Ahmad Fuadi, penulis novel best seller Negeri 5 Menara, pada workshop yang saya ikuti kemarin.

Acara bertajuk Workshop Kepenulisan Populer yang saya ikuti ini diadakan oleh Majalah Mata Air, sebuah majalah yang terbit triwulan dengan mengangkat tema spiritualitas, sains, dan budaya yang diramu dalam bentuk artikel populer.

Saya termasuk pelanggan dan penikmat majalah ini. Menurut saya, majalah ini sangat komplit  jika dilihat dari tema yang disajikan. Ibarat makanan, majalah ini seperti gado-gado, segala macam ada, bercampur memberikan kenikmatan dan sensasi yang berbeda.

Menurut Bang Fuadi, majalah ini juga unik, karena majalah ini tidak memasang iklan. Memang, sepengetahuan saya majalah ini  tidak berorientasi profit, tetapi majalah yang memiliki visi dan misi membangkitkan literasi positif di Indonesia.

Workshop kali ini pun dilakukan dalam rangka mewujudkan visi dan misi majalah tersebut. Dari workshop ini diharapkan akan timbul penulis-penulis baru yang bisa menginspirasi pembacanya.

Ya, menulis memang seharusnya menginspirasi seperti yang dikatakan Bang Fuadi. Beliau menambahkan bahwa menulis yang menginspirasi artinya menulis yang datang dari hati dan menempel di hati pembacanya.

Menurut penuturan Bang Fuadi, menulis dari hati itu harus memperhatikan beberapa hal.

Pertama, penulis harus tahu mengapa dia menulis. Artinya penulis harus meluruskan niatnya dalam menulis. Bagi Bang Fuadi, menulis adalah interpretasi hadis Nabi yang berbunyi, "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain."

Tulisan yang bermanfaat akan lebih kuat daripada peluru, kata seorang penulis barat. Ide yang dituangkan akan mengakar dalam ke alam bawah sadar pembacanya. Efeknya, akan lebih besar dari sekedar sebutir peluru.

Tulisan yang bermanfaat juga tak akan pernah tua dan mati. Meskipun umur penulis ada batasnya, tetapi ide dan gagasan yang dituliskannya akan tetap abadi selama tulisan karyanya masih dimanfaatkan dan dinikmati pembacanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x