Mohon tunggu...
Mahens
Mahens Mohon Tunggu... Freelancer - swasta
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

tertarik hal baru

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Korupsi dari Perspektif Islam

7 Mei 2024   10:00 Diperbarui: 7 Mei 2024   10:00 35
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Korupsi dalam Perspektif Agama:

Tindak pidana korupsi, yang dalam istilah Islam dirujuk sebagai al-ghull, merupakan perbuatan yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan mengambil hak orang lain di bawah kekuasaan atau naungannya1. Perspektif agama-agama, termasuk Islam, memberikan pandangan yang tegas terhadap korupsi:

  1. Islam: Ajaran Islam menjelaskan bahwa korupsi adalah perilaku jahiliyah yang harus disudahi. Islam mengajarkan bahwa penindasan, kesewenang-wenangan, dan penyelewengan adalah sikap hidup yang dapat menyakiti manusia lain. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, sudah ditemukan sejumlah kasus korupsi dalam beberapa bentuknya.

  2. Pencegahan Melalui Perspektif Agama Islam: Dalam mengupayakan pencegahan korupsi di Indonesia, perlu dilakukan upaya secara menyeluruh pada seluruh aspek kehidupan manusia. Adapun upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menanamkan nilai anti korupsi melalui perspektif agama Islam, yang dapat disampaikan dalam berbagai bidang seperti budaya, pendidikan, agama, dan hukum.

Dengan mengajarkan ajaran agama secara baik kepada umat muslim, diharapkan tumbuh kesadaran untuk tidak melakukan tindakan tercela seperti korupsi karena tindakan tersebut merupakan perbuatan dosa yang tidak diridhoi Allah. Oleh karena itu, evaluasi sistem lembaga dan pemupukan nilai-nilai agama menjadi langkah penting dalam mengatasi permasalahan korupsi yang telah menjadi penyakit kronis di Indonesia. 


Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun