Mohon tunggu...
Mahaji Noesa
Mahaji Noesa Mohon Tunggu...

DEMOs. Rakyat yang bebas dan merdeka

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Geliat Sektor Properti Ubah Wajah Kota Makassar

15 Januari 2016   10:05 Diperbarui: 15 Januari 2016   19:29 0 7 6 Mohon Tunggu...

[caption caption="Suasana terkini Jl Pattimura di Makassar/Ft: Mahaji Noesa"][/caption]Jika sektor properti menjadi salah satu cerminan kemajuan pertumbuhan sebuah kota, maka tidak berlebihan apabila belakangan ini hitungan angka pertumbuhan ekonomi di kota Makassar selalu bergerak melebihi angka pertubuhan rata-rata nasional. Denyut sektor usaha properti di kota Makassar dalam kurun lima tahun terakhir terasa kencang sekali.

Pergerakan tersebut secara kasat mata dapat dilihat melalui perubahan fisik di semua penjuru ruang publik ibukota provinsi Sulawesi Selatan seluas lebih 170 Km persegi. Hampir di semua kawasan kota kini telah tumbuh bangunan-bangunan beton di atas 10 lantai.

Tak hanya bangunan-bangunan properti bersifat komersial, seperti pusat-pusat perbelanjaan, perhotelan,  apartemen dan sejenisnya yang dibangun menjulang langit. Hal sama juga terlihat dengan pembangunan baru atau renovasi bangunan-bangunan milik pemerintah maupun swasta nonkomersial.

[caption caption="Jl Samiun kota Makassar/Ft: Mahaji Noesa "]

[/caption]

[caption caption="Hotel di Jl Sultan Hasanuddin kota Makassar/Ft: Mahaji Noesa"]

[/caption]Tiga tahun lalu kehadiran office building Menara Bosowa di kawasan Karebosi, dan Royal Apartemen di kawasan Panakukang merupakan bangunan tertinggi di kota Makassar, masing-masing terdiri atas 23 lantai. Kini, telah digeser dengan kehadiran bangunan menara I apartemen Videview setinggi 30 lantai oleh pengembang nasional Ciputra di kawasan Panakukang.

Rekor bangunan tertinggi di kota Makassar tersebut, tentu saja, segera akan di ambil alih dengan kehadiran superblock St. Moritz yang kini mulai digarap  pihak pengembang Lippo Group di arah timur vide viuw, dengan bangunan apartemen Penthahouse and Residence direncanakan sampai setinggi 50 lantai.

Bagi warga yang baru datang kembali setelah 5 tahun lalu meninggalkan kota Makassar, dipastikan akan tersentak menyaksikan perkembangan terutama perubahan wajah fisik kota. Lokasi-lokasi yang dahulu masih merupakan lahan kosong berbelukar, termasuk wilayah-wilayah resapan air umumnya telah berubah menjadi lokasi pemukiman, perkantoran, pertokoan atau  pergudangan. Lokasi-lokasi yang lima tahun lalu masih merupakan kawasan kumuh telah ditumbuhi bangunan-bangunan beton menjulang langit.

[caption caption="Royal Apartemen di kawasan Panakukang, Makassar/Ft: Mahaji Noesa"]

[/caption]

[caption caption="Apartemen Videview di kawasan Panakukang/Ft: Mahaji Noesa"]

[/caption]Kehadiran gedung-gedung tinggi tak hanya tampak di kanan-kiri jalan-jalan poros, tapi juga terlihat tumbuh subur sepanjang tepi-tepi jalan kecil di lokasi-lokasi strategis. Rimba beton bangunan hotel, biro perjalanan, restoran, rumah makan dan pertokoan, contohnya dapat disaksikan di antara jalan-jalan penghubung yang terbilang sempit dari arah jalan-jalan poros -- Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ratulangi dan Jalan Sultan Hasanuddin menuju Jalan Penghibur, Jalan Pasar Ikan dan Jalan Ujung Pandang di pesisir Pantai Losari.

Bertumbuhnya bangunan vertikal tersebut, selain ditunjang oleh kemampuan finansial dari tren iklim usaha yang baik, juga lantaran kian sulitnya menemukan lahan kosong untuk mempertahankan pengembangan pola landed house atau model bangunan-bangunan tunggal tak bertingkat di kota Makassar yang kini telah berpenduduk 1,8 juta jiwa.

[caption caption="Rencana pembangunan kota modern di pantai barat kota Makassar/Ft: Mahaji Noesa"]

[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2