Mohon tunggu...
M Iqbal Irwanto
M Iqbal Irwanto Mohon Tunggu... Lainnya - Penerima Beasiswa Muamalat

Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Sastra Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Urgensi Pendidikan Melanda, Bagaimana Nasib Indonesia?

26 Oktober 2020   15:47 Diperbarui: 26 Oktober 2020   15:52 121 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Urgensi Pendidikan Melanda, Bagaimana Nasib Indonesia?
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

M Iqbal Irwanto, Penerima Beasiswa Sarjana Muamalat | Opini

Tak terasa hadirnya COVID-19 sudah hampir setahun menjadi pandemi. Dimulai dari bulan Maret lalu awal ditetapkannya penyebaran COVID-19 di Indonesia hingga pada bulan Oktober saat ini. Akibatnya, bukan sedikit problematika yang muncul disebabkan oleh pandemi. Salah satunya dalam bidang Pendidikan.

Menyinggung problematika perihal pendidikan sendiri takkan ada habisnya jika dibahas dalam sekali duduk. Artinya banyak yang harus dibenahi dari kebijakan-kebijakan dalam bidang pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintahan. Salah satunya mengenai tentang Kegiatan Belajar Mengajar Dalam Jaringan.

Seperti yang telah kita ketahui, sejak ditetapkannya pandemi dibulan Maret lalu, disaat itu juga sistem dari kegiatan belajar mengajar diubah yang pada normalnya dengan sistem tatap muka kini beralih pada sistem daring (dalam jaringan). Bukan sebentar waktu yang telah dilalui oleh para murid, siswa, maupun mahasiswa dalam menjalani sistem kegiatan belajar mengajar saat ini, namun dapat dihitung telah berbulan-bulan lamanya.

Dalam penyelenggaraannya sendiri, terdapat banyak pro dan kontra yang timbul dari masyarakat. Terutama pada saat ini, keadaan pandemi sudah tidak sedarurat seperti diawal dan pertengahan penyebarannya. Dapat dibandingkan dengan bidang lainnya yang telah beroperasi dengan normal seperti halnya pasar, pusat perbelanjaan/mall, tempat wisata dan yang lainnya. Hal ini menjadi tolok ukur penilaian kebanyakan masyarakat atas mirisnya pemerintahan yang mengedepankan sektor ekonomi dan pariwisata dibandingkan dengan daruratnya pendidikan.

Dari sistem pendidikan yang saat ini dijalani, dinilai adanya titik jenuh yang dirasakan oleh para murid, siswa, maupun mahasiswa dari sistem daring ini. Sehingga menjadikan kurangnya esensi pendidikan dari kegiatan belajar mengajar. 

Selain itu, faktor lain yakni teknologi pendukung dalam kegiatan belajar mengajar secara daring seperti handphone, laptop dan jaringan tentunya. Pastinya tidak semua kalangan masyarakat terfasilitasi kebutuhan teknologi tersebut terutama pada masyarakat yang notabenenya kalangan bawah atau kurang mampu.

Diberlakukannya pembatasan sosial yang berupaya mengurangi terjadinya penyebaran virus COVID-19, dampak lain yang terjadi yaitu adanya beberapa sekolah di beberapa wilayah yang masih melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka secara diam-diam dengan tidak memakai seragam sekolah pada umumnya agar tidak dipandang melakukan pelanggaran aturan yang telah ditetapkan. 

Hal ini kembali disebabkan oleh sebagian besar masyarakat yang tidak terfasilitasi teknologi pendukung dalam jaringan sehingga sekolah tetap melakukan kegiatan belajar mengajar secara langsung meski hanya sekedar hadir menerima penugasan, pulang, dan hadir kembali esok hari dengan menyerahkan tugas. Hal tersebut dilakukan berkelanjutan dengan siklus yang sama. Sedih, bukan?

Maka, dari problematika diatas dapat disimpulkan keadaan sektor pendidikan saat ini sangat miris adanya. Sehingga dapat menimbulkan tanda tanya besar tentang nasib Indonesia dengan daruratnya sistem Pendidikan. Lantas apa solusi yang memungkinkan untuk membenahi problematika pendidikan yang ada?

Harapan besar kepada pemerintahan untuk adil dan mempertimbangkan dalam pengambilan dan penetapan keputusan terutama di bidang pendidikan. Dengan telah beroperasinya pusat perbelanjaan, tempat wisata dan hiburan lainnya secara normal, tidak menutup kemungkinan untuk kembali menormalkan sistem pendidikan saat ini dengan tetap mengikuti protokol pastinya.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x