Mohon tunggu...
Luthfiyah HanaAfiyah
Luthfiyah HanaAfiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasisawa

Mendengarkan musik

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Ladang Cuan dari Jelantah! Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Memanfaatkan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

14 Agustus 2022   09:41 Diperbarui: 14 Agustus 2022   09:55 204 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Semarang (4/8/2022) - Penggunaan minyak goreng tidak dapat terlepas dari kegiatan rutin ibu-ibu rumah tangga yaitu memasak. Penggunaan minyak goreng tentunya menghasilkan minyak jelantah. 

Minyak jelantah atau disebut juga dengan minyak goreng bekas adalah minyak goreng yang telah rusak sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Penggunaan minyak goreng yang berulang-ulang akan menimbulkan kerusakan, karena adanya proses hidrolisis, oksidasi. 

Kerusakan minyak goreng dapat dilihat dari aroma minyak yang menjadi kurang enak (tengik), serta warna minyak goreng yang berubah menjadi gelap. 

Selain itu, banyak dampak negatif yang ditimbulkan jika minyak jelantah dibuang begitu saja ke lingkungan. Membuang minyak jelantah sembarangan akan menimbulkan berbagai masalah seperti penyumbatan pipa jika di buang di saluran drainasse, menurunkan kualitas air tanah jika di buang ke tanah, dan dapat mengganggu proses tumbuhan serta menurunkan kadar oksigen yang dibutuhkan oleh biota laut jika di buang langsung ke sungai atau laut.

Maka dari itu, salah satu mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro, Luthfiyah Hana A (21), melakukan pelatihan cara membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah kepada ibu-ibu PKK RW.06 Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis (4/10) di balai RW.06 Kelurahan Bugangan. Kegiatan pelatihan tersebut menjadi salah satu program kerja dari Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro yang bertujuan untuk mengurangi limbah minyak rumah tangga. Selain itu, lilin aromaterapi yang telah dibuat dari limbah minyak jelantah dapat bernilai jual.

Adapun bahan-bahan yang diperlukan, yaitu minyak jelantah, paraffin, essential oil, dan pewarna. Alat yang dibutuhkan yang dibutuhkan yaitu kompor, gelas lilin, dan sumbu lilin.

Kegiatan pelatihan dilakukan dengan melihat demo yang dilakukan oleh mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro, Luthfiyah Hana A (21). Kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah mendapatkan respon positif dari ibu-ibu RW.06 Kelurahan Bugangan. 

Bagi mereka, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena minyak jelantah yang tadinya hanya dibuang ternyata dapat dimanfaatkan lagi menjadi benda yang lebih berguna dan dapat bernilai jual.

Di akhir kegiatan Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro, Luthfiyah Hana A, memberikan produk lilin aromaterapi dan leaflet kepada ibu-ibu sebagai bahan panduan jika ingin membuat lilin aromaterapi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan