Mohon tunggu...
Lusy Mariana Pasaribu
Lusy Mariana Pasaribu Mohon Tunggu... Perempuan Batak

Melalui tulisan, ada beberapa hal yang dapat tersampaikan tentang yang dirasa juga dipikirkan

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Makna Artikel ke-555 di Kompasiana

8 Juli 2020   19:13 Diperbarui: 2 Agustus 2020   16:03 180 44 16 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Makna Artikel ke-555 di Kompasiana
Liputan6.com

Ini tulisan saya yang ke 555 di K. Dan tepat malam ini, usia saya bergabung bersama platform blog K sudah 1 tahun 8 bulan 3 hari.

Sejauh ini, saya pernah mengalami kejenuhan perihal tulis menulis. Tepatnya setelah satu tahun saya bersama puisi, tanggal 01 Oktober 2019. Karena kejenuhan itu, saya putuskan untuk berhenti sejenak dan ambil jeda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 

Saya tidak memaksakan diri untuk selalu menulis. Kurang lebih 7 bulan saya tak bercengkerama dengan dunia tulis menulis. Tepatnya menulis aksara puisi.

Hingga pencerahan itu datang dan menghampiri hati saya. Awal bulan  Mei 2020 saya mulai menulis puisi lagi,  dan sampai tadi pagi tanggal 08 Juli 2020 saya masih menanyangkan artikel fiksi (puisi) di K.

Saya kembali aktif dan produktif, saya pribadi bersyukur bisa kembali menulis puisi. Karena puisi itu adalah aksara yang tak akan pernah menjadi pengkhianat di perjalanan waktu yang saya lalui.

Tulisan dari puisi-puisi yang biasa saya tulis itu, lebih dominan mengenai romansa asmara. Dan ya, saya menyukainya. Entah itu akan laku atau tidak. Menarik atau tidak. Label pilihan atau tidak. Ada keterbacaannya atau tidak. Saya tetap menyukainya. Karena apa yang tertulis, akan menjadi jejak di layar kehidupan saya. Tentunya itu berguna buat saya sendiri.

Dan jujur bersama puisi, saya merasa ada kebahagiaan di jiwa saya. Saat saya bahagia, saya menulis. Saat saya terluka, saya pun menulis. Karena melalui tulisan, kesesakan hati akan terlepas. Kegelisahan hati yang tak mampu terucap akan terobati dengan menulis. Tentu yang lebih baik bagi saya, lagi-lagi adalah tentang menulis puisi.

Bagi saya, tentulah puisi itu membahagiakan. Penghibur dan penyejuk. Baik di saat senang dan di saat susah. Tulisan puisi itu memiliki kharisma tersendiri dan mampu membuat saya jatuh hati. Karena dengan menulis puisi, saya bisa menyelamatkan kesehatan perasaan saya dan terbebas dari sangkar-sangkar amarah yang menguasai diri saya.

Bukan sesuatu yang mudah bagi saya bisa sampai sejauh ini. Banyak suka maupun duka yang saya alami. Artikel yang ke 555 di K, memiliki makna tersendiri untuk saya. Makna artikel ke - 555 di Kompasiana merupakan sesuatu yang istimewa di perjalanan hati saya.

Deretan angka ini mengingatkan saya akan beberapa hal sejak bergabung di K. Angka 5 adalah tanggal pertama kali saya menayangkan puisi di K dan tanggal pertama kali artikel puisi saya dapat label pilihan, tanggal 5 November 2018.

Dan sungguh berharap, selama saya masih bernafas dan memiliki energi untuk menulis, saya akan terus menulis. Kalau pun jenuh akan kembali mendekap, itu bukan menjadi alasan bagi saya untuk pergi dan menjauh bahkan melarikan diri dari warna warni indahnya aksara, aksara puisi.

Yang tak kalah penting adalah : melalui aksara puisi, saya bisa meluapkan isi hati dan pikiran

***
Lusy Mariana Pasaribu

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x