Mohon tunggu...
Ludiro Madu
Ludiro Madu Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Mengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN 'Veteran' Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Cara Indonesia Mengenalkan Soto Nusantara di Luar Negeri

18 September 2021   07:19 Diperbarui: 18 September 2021   09:44 267 47 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Cara Indonesia Mengenalkan Soto Nusantara di Luar Negeri
https://i.pinimg.com/originals/1d/0e/4e/1d0e4e0f817fd7c37b2c26be09454fd8.jpg

Ada pepatah lama 'cinta berawal dari perut naik ke hati.' Adakah pembaca yang tidak mengenal MacDonald? Pizza Hutz? KFC? Teh tarik? Coca Cola? Durian Monthong? Nasi lemak? Tom yam? Hampir semua dari kita mengenal makanan dan minuman (mamin) atau kuliner itu, termasuk negara asal makanan itu.

Namun sebaliknya, apakah dunia mengenal tempe? Soto? Gudeg? Rendang? Banyak orang asing yang mengenal nama-nama makanan Indonesia itu. Walaupun begitu, jumlah orang asing yang mengenal nama-nama kuliner itu cenderung lebih banyak ketimbang yang berasal dari Indonesia.

Hubungan antar-negara tidak hanya berkaitan dengan isu-isu politik, pertahanan-keamanan semata. Hubungan internasional dapat dimulai dari kuliher dari sebuah negara, termasuk Indonesia.

Lewat mamin khas itu, berbagai negara mencoba mengenalkan negara-nya ke warga negara dari negara lainnya. Kuliner itu biasanya menjadi bahasan penting dalam diplomasi kuliner, seperti diplomasi kuliner dan diplomasi gastro.

Obyek dari kedua diplomasi itu sama atau serupa, yaitu makanan dan/atau minuman khas sebuah negara. Tujuan keduanya juga sama, yaitu winning hearts and minds through stomach. Namun demikian, keduanya berbeda dalam cara menyampaikannya kepada masyarakat, khususnya publik asing.

Diplomasi kuliner

Diplomasi kuliner mengenalkan keragaman Indonesia kepada masyarakat internasional. Sejak 2017, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menetapkan lima (5) makanan sebagai national food, termasuk soto. Keempat makanan lainnya adalah rendang, sate, bakso, dan nasi goreng. Ke-5 kuliner itu dipilih dari sekitar 5.300 kuliher khas Indonesia.

Seperti lainnya (kecuali rendang), penetapan makanan nasional itu tidak menjelaskan apakah ada soto khusus dari daerah tertentu di Indonesia atau pokoknya soto.

Padahal, Indonesia memiliki banyak ragam makanan soto. Ada soto Betawi, soto Banjar, soto Lamongan, soto Kudus, soto seger Boyolali, soto Madura dan sebagainya yang memakai nama-nama daerah atau kota di Indonesia. Di sini semboyan 'apapun soto-nya, yang penting soto Indonesia' mungkin saja dipakai.

Dari beberapa media online, ada setidaknya 11 soto dari daerah berbeda di Indonesia. Selain ke-11 soto itu, di Yogyakarta bisa ditemukan banyak macam soto lainnya, misalnya soto pak Sholeh, soto Kadipiro (banyak cabangnya yang bersebelah-menyebelah dengan nomer dan nama bervariatif), soto sampah, soto bathok (yang biasa kami kunjungi bersama mahasiswa asing), dan seterusnya. Gambar di bawah ini menunjukkan semacam peta per-soto-an di kota pelajar itu.

Dokumen Pribadi (17/09/2021)
Dokumen Pribadi (17/09/2021)
Semua kuliner itu, termasuk soto, bisa disajikan di berbagai jamuan resmi di Istana Negara, pertemuan-pertemuan internasional yang di-tuanrumah-i Indonesia. Makanan dan minuman khas Indonesia juga bisa dihidangkan di rumah-rumah kita untuk menjamu tamu atau kenalan bule.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan