Mohon tunggu...
Livia
Livia Mohon Tunggu... Penulis Amatir

Mari berkarya dengan menulis lebih banyak hal bermanfaat untuk masa depan yang lebih baik.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Anak Muda, Lebih Suka Film Dalam Negeri atau Luar Negeri?

12 Agustus 2019   22:28 Diperbarui: 12 Agustus 2019   22:44 157 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Anak Muda, Lebih Suka Film Dalam Negeri atau Luar Negeri?
ilustrasi film via freepik

Wah, artikel ini akan menjadi opini pertama saya di Kompasiana dan diawali dengan membahas perfilman. Perkenalan dulu aja ya, agar ada gambaran mengenai apa yang akan saya bahas disini dan juga karena tak kenal maka tak sayang

Saya Livia, seorang perempuan, bekerja sebagai karyawan di umur 23 tahun. Singkat saja tidak apa-apa ya? Lebih lengkapnya, tunggu artikel saya berikutnya, hehe. Mari langsung ke pembahasan topik. 

Ketika masih berumur 5 tahun, saya sudah dikenalkan oleh orang tua dengan tempat hiburan yang bernama bioskop. Saya bersyukur masih ingat dengan film pertama yang saya tonton yaitu Petualangan Sherina. 

Sebenarnya saya tidak ingat begitu jelas bagaimana alur ceritanya karena disaat kanak-kanak, saya tidak bisa duduk diam di kursi bioskop alias saya malah main bersama teman-teman sebaya di belakang bangku. 

Untung tidak diusir oleh penjaga bioskop karena saya, teman-teman, dan para orang tua menonton dari kursi barisan A dan B. Tapi seiring berjalan waktu, film tersebut tayang di televisi dan menjadi salah satu film favorit yang ditunggu anak-anak untuk disaksikan bersama keluarga. 

Beranjak dewasa, saya mulai terpengaruh dengan teman-teman yang merekomendasikan film-film luar negeri. Begitu banyak film luar yang saya tonton bersama mereka dan akhirnya saya pun jadi suka. 

Di sisi lain, tidak sedikit orang yang membandingkan film luar negeri dan dalam negeri, termasuk saya. Walaupun saya hanya penikmat dan tidak terlalu menjadi penggemar berat, namun ada beberapa aspek yang saya dan teman-teman pertimbangkan perihal ketika kita sampai di bioskop, mengapa kita harus nonton film dalam negeri dibanding luar negeri? 

Dari pengamatan saya yang juga sebagai anak muda, aspek yang dimaksud adalah salah satunya karena film dalam negeri dianggap begitu cepat untuk tayang di televisi sehingga anak muda berpikir 'ah 5 bulan lagi juga ada di TV, ngapain bayar sekian rupiah padahal nanti bisa gratis?'. Salah duanya adalah beberapa anak muda berpikir bahwa dari segi pembuatan film, grafik, editing, dan lain sebagainya; masih lebih unggul pada film luar negeri dan mereka akan berkata 'gue mah nonton yang udah pasti worth it aja'. 

Nah, di sini saya netral, bukan masalah benar atau salah, tetapi lebih mengoreksi dan evaluasi. Saya paham akan pemikiran-pemikiran demikian dan tidak bisa disalahkan karena film adalah hiburan yang bisa dipilih dan dinikmati oleh siapa saja. 

Jika suka ya nonton, jika tidak suka ya abaikan saja. Namun, sebagai warga Indonesia yang sudah 23 tahun bernafas di negeri ini, saya mempunyai kerinduan untuk membangun industri kreatif ini agar kembali disukai oleh semua orang, terutama yang sebaya dengan saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x