Mohon tunggu...
Liliek Pur
Liliek Pur Mohon Tunggu... belajar terus

-

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Meskipun Google Sangat Pintar, Ia Tak Pandai Mengajar

28 Mei 2020   17:04 Diperbarui: 29 Mei 2020   06:08 316 43 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Meskipun Google Sangat Pintar, Ia Tak Pandai Mengajar
Ilustrasi: Pexels.com/Julia M. Cameron

Siapa sih, manusia yang hidup di era digital ini tak pernah berinteraksi dengan masin pencari bernama Google yang amat tenar?

Mesin yang satu ini memang nyaris bisa memberikan apa saja. Seandainya ia adalah sebuah toko, maka tak diragukan lagi, dialah toko serba ada yang sebenarnya dan bukan sekadar nama.

Meskipun belum pernah mendapati kajian tentang peran si Google selama masa pandemi Corona, saya meyakini bahwa si Mbah yang satu ini semakin merajai lalu-lintas internet dunia. Tak terkecuali di Indonesia tentunya, alat ajaib ini pastinya banyak dikunjungi warga.

Ia dibutuhkan oleh orang-orang dewasa yang harus menyelesaikan pekerjaannya dari rumah, serta anak-anak yang harus belajar, juga di rumah. 

Belum lagi pebisnis yang mecari peluang untuk memasarkan dagangan mereka. Juga mahasiswa yang sudah bertahun-tahun tidak menyelesaikan skripsi mencari contekan, eh maksud saya mencari data sebagai bahan penelitian.

Lebih 24 Jam Ketimbang ATM
Selain kepiawaian menghubungkan para pengguna dengan materi yang dicarinya, Google juga selalu menyediakan diri sepenuhnya. Ia tak akan mengelak untuk memenuhi keinginan para penggunanya kapan saja.

Jika ATM meng-klaim dirinya beroperasi 24 jam sehari tetapi sering mengalami gangguan, Google nyaris tak pernah mengalaminya. Perangkat yang satu ini memang tahan tak beristirahat sama sekali. Sebentuk kesiapan yang sangat memanjakan para penggunanya.

Karena keunggulan-keunggulannya itu, 'Mbah Gugel' mendapatkan kepercayaan banyak orang.

Pekerja dan pelajar membutuhkannya untuk mencari referensi atau sekadar hiburan. Ibu rumah tangga mencari resep masakan yang enak tapi hemat dan tips mengatur uang belanja yang tak seberapa. Bahkan pengangguran yang mencari harapan pun tak luput dari perhatiannya.

Sering Menyesatkan
Di balik timbunan jasa-jasa yang telah disumbangkan bagi umat manusia, Google juga tak sedikit menyimpan potensi bencana. Mesin yang disebut-sebut sangat pintar itu tak jarang membuat penggunanya kesasar.

Bisa saja muncul pilihan belajar memainkan terompet atau belajar membuat sambal ketika seorang anak mengetikkan kata "belajar" pada bilah pencarian Google. Padahal maksud si anak hendak belajar matematika atau pelajaran sekolah yang lainnya.

Jika aneka pilihan yang muncul secara tak sengaja sebagai hasil pencarian ternyata lebih menarik perhatian sang anak, bisa jadi anak-anak akan nyasar berkunjung ke sana. Sesuatu yang menarik tentu akan membuat mereka betah, dan esok hari akan kembali dijelajah. Maka, kegiatan belajar seketika menjadi ambyar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x