Mohon tunggu...
Liliek Pur
Liliek Pur Mohon Tunggu... belajar terus

-

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Boleh Menulis Judul Bombastis, Asal...

15 Mei 2020   13:00 Diperbarui: 15 Mei 2020   14:18 369 56 21 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Boleh Menulis Judul Bombastis, Asal...
Ilustrasi: kompasiana.com

"Tidak perlu cari sensasi kecuali kontennya benar-benar sensasional"

Kata "bombastis" menanjak popularitasnya seiring merambahnya media daring dalam kehidupan kita. Salah satu penopang popularitas media daring adalah banyak atau sedikitnya jumlah orang yang meng-click konten-kontennya. Maka, demi mengejar jumlah click, tak sedikit media mencari cara untuk mendorong jemari orang-orang mengarahkan kursor pada judul-judul konten mereka.

Dari situlah istilah bombastis melesat ketenarannya. Ia sering dikaitkan dengan judul-judul tulisan yang bikin mulut-mulut pembaca bergumam "wow!". Gumaman itulah yang kemudian menuntun tangan-tangan penggumamnya tak sabar mengarahkan penunjuk tetikus atau jempolnya sendiri meraba dan meng-click judul yang "mendebarkan" itu.

Berhasil! Catatan jumlah kunjungan segera bertambah. Semakin banyak orang berteriak "wow!" dan terdongkrak gairahnya oleh sebuah judul, makin kencang pula kenaikan grafik jumlah "pembaca" konten-konten yang dipajang.

Bombastis Itu Apa, Sih?
KBBI memunculkan beberapa arti kata "bombastis". Saya mencatat setidaknya terdapat empat makna yang tertulis dalam KBBI, yakni "banyak berjanji, tetapi tidak akan berbuat banyak"; "banyak menggunakan kata dan ucapan yang indah-indah serta muluk-muluk, tetapi tidak ada artinya"; "bersifat omong kosong"; dan "bermulut besar".

Rasanya tak ada kesan positif sedikit pun dari beberapa makna kata "bombastis" yang dilansir oleh KBBI. Sebaliknya, kesan negatif begitu kental menyertai kata ini. Semua mengarah kepada satu pengertian, yakni dusta. Melihat arah makna kata "bombastis", semestinya kita berusaha menjauhinya.

Namun, meninggalkan sesuatu yang menyenangkan sangat tidak mudah. Kondisi bombastis memang bisa mendatangkan kesenangan, misalnya jumlah kunjungan yang mengalir membanjiri tulisan-tulisan kita. Lalu dampak ikutannya segera mengekor di belakangnya. Sanjungan, ketenaran, dan mungkin juga datangnya rupiah ke rekening penampungan yang telah kita sediakan.

Boleh Bombastis, Asal...
Blogshop Kompasiana "A to Z Kompasiana, Menentukan Judul dan Lead Artikel yang Kece Buat Artikel Kamu" yang ditayangkan pada Kamis 14 Mei 2020 kemarin merupakan sebuah suguhan Kompasiana yang sangat menarik dan bermanfaat. Dalam acara tersebut, dipaparkan beberapa tips memberi judul dan lead sebuah tulisan, khususnya tulisan-tulisan untuk ditayangkan dalam sebuah blog.

Sebuah keuntungan bagi para blogger, tulisan-tulisan dalam blog tidak terlalu terikat oleh kaidah-kaidah penulisan seperti halnya jurnalisme media arus utama. Tak terkecuali dalam urusan pembuatan judul tulisan. Misalnya saja dalam penggunaan tata bahasa Indonesia. Meskipun diharapkan tetap mengikuti kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia, tetapi aturan penulisan artikel dalam blog tidak se-kaku media arus utama.

Alia Deviani, Lative Ads Asst. Manager, yang menjadi salah seorang nara sumber dalam Blogshop ini, menjabarkan juga beberapa kriteria judul artikel yang bisa menarik perhatian pembaca. Satu di antara lima kriteria judul menarik yang disampaikan Mbak Alia adalah "bombastis".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x