Mohon tunggu...
Liliek Pur
Liliek Pur Mohon Tunggu... belajar terus

wiraswasta

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Jangan Serahkan Pendidikan kepada Mesin-mesin Produk Teknologi

17 Maret 2019   08:47 Diperbarui: 17 Maret 2019   10:03 0 16 9 Mohon Tunggu...
Jangan Serahkan Pendidikan kepada Mesin-mesin Produk Teknologi
pixabay.com

Bidang-bidang yang banyak bersinggungan langsung dengan hajat rakyat akan menjadi bahasan para Cawapres pada debat ketiga. Menjadi hal yang menarik menyimak komitmen para calon pemimpin negara menggarap persoalan penting bangsa dalam masa kepemimpinan mereka. 

Ihwal pakaian atau cara bertutur seharusnya bukan persoalan lagi bagi orang-orang dengan kaliber (calon) pemimpin bangsa. Apalagi hanya karena urusan berjoget dan soal berpeci atau bertelanjang kepala.

Perihal pendidikan tentu harus mendapatkan porsi yang semestinya. Maju tidaknya bangsa amat bergantung kepada keberlangsungan sistem dan orang-orang yang berkarya di dalamnya. Lihatlah keadaan para pendidik yang belum sejahtera. Padahal di tangan mereka tergenggam kualitas masa depan anak-anak bangsa.

Kita merambah era industri 4.0 dengan dominasi teknologi tinggi dan wabah sosial media. Perlu dijaga agar kemajuan teknologi tidak sampai mengalahkan perkara moral dan etika. Apakah kita tidak berduka menyaksikan generasi harapan menghabiskan usia dengan lebih banyak menundukkan kepala? Sementara di jalanan golongan pemuda yang beringas masih saja berlomba melempar batu menyasar kepala.

Adakah kebaikan yang tanpa keteladanan? Kita memimpikan anak cucu menjadi generasi unggul dan berakhlak mulia. Namun di depan mata masih terus dipertontonkan orang-orang tua berbaju oranye membusungkan dada. Teladan buruk yang tak ada susut-susutnya.

Di seputaran kita pun masih riuh bersahut-sahutan suara-suara saling mencela dan memaki. Berlomba mengabarkan kebaikan diri. Dengan imbuhan cerca bagi golongan yang tak sehati. Apakah hal yang demikian ini kelak generasi kita akan warisi?

Bapak-Bapak bakal pemimpin negeri. Tolong dicatat seulas gelebah yang bergelayut di sanubari. Resah hati kami membayangkan suatu saat urusan pendidikan dipertaruhkan kepada mesin-mesin pintar produk teknologi. Kami masih menghajatkan anak-anak kami diasuh dan dibimbing dengan sentuhan hati.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x