Mohon tunggu...
Media

Yadi Basyir, 15 Tahun Cinta Seni

3 Oktober 2016   19:52 Diperbarui: 3 Oktober 2016   22:45 49 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

[caption caption="Bang Yebe, seorang seniman sekaligus salah satu pendiri Sanggar Embun."][/caption][/caption]“Karena seni mengaktifkan otak kanan kita, dan tentunya kita jadi banyak bersyukur atas talenta yg telah tuhan berikan kepada kita”, begitu lah penuturan Yadi Basyir Aljaiyah, seniman berumur 41 tahun yang juga merupakan salah satu pendiri Sanggar Embun, ketika ditanya mengapa ia mencintai seni dan budaya.

Kota Serang, yang terletak di Provinsi Banten, pada tahun ini berumur 9 tahun, tidak jarang mengadakan pagelaran seni atau kompetisi yang berbau seni dan budaya. Memiliki begitu banyak potensi seni yang bisa menguntungkan perekonomian daerahnya. Namun sayangnya, dari mulai seni rupa, seni tari, seni musik, pertunjukan tradisional, hingga upacara adat masih memiliki partisipan yang minim. Putra daerah kurang memiliki kepedulian terhadap keterpurukan nilai seni dan budaya di daerahnya sendiri.

Bang Yadi Basyir, yang juga biasa dipanggil Bang Yebe ini menuturkan bahwa seni, adalah semua yang diciptakan oleh manusia, sedang budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang di suatu kelompok manusia dari generasi ke generasi. Maka dari itu, zaman semakin canggih, dan talenta-talenta baru semakin banyak bermunculan, khususnya di kota Serang untuk bidang seni rupa. Namun menurutnya, nilai atau daya jual seni dan budaya untuk sektor perekonomian di kota Serang masih kurang menggembirakan, karena kembali lagi kepada masalah dimana minimnya kesadaran putra daerah untuk lebih menghargai seni dan melestarikan budaya tradisionalnya.

Dengan suksesnya Sanggar Embun, sebagai salah satu pendirinya, Bang Yebe memiliki kebanggaan tersendiri akan hal itu. “Dari awal berdiri Sanggar Embun, ingin dikenal sebagai salah satu kantong kesenian di Serang, dan memang tak mudah dan butuh perjuangan dalam menyatukan ide dan pikiran ke konteks visi misi Sanggar, kebanggaannya sekarang Sanggar Embun telah lebih dikenal oleh masyarakat, pelaku seni, dan pemerintahan daerah. Sanggar Embun telah beberapa kali bikin pameran seni rupa di Banten dan dipercaya mengelola event pameran seni rupa se-Banten, di antaranya di gedung BPCB, Balai Budaya Banten, Galeri Nasional Indonesia, dan juga di Taman Budaya (Eks. Pendopo) Gubernur Provinsi Banten”.

Dalam proses mendirikan Sanggar Embun, Beliau dan rekan-rekan tidak sendirian. Mereka turut dibantu oleh peran pers yang bekerja pada media massa cetak maupun eletronik, tentunya yang masih memiliki hati untuk menyisakan kolom atau program khusus topik seni dan budaya. Menurut seniman yang memiliki moto hidup “Terus Berproses dan Yakin” itu, peran pers sangatlah penting dalam membantunya untuk proses mengembangkan potensi seni budaya.

 Media massa merupakan perantara, menyampaikan makna yang tersirat dalam sebuah seni yang dibuat oleh manusia, merupakan kantong dalam menyiapkan segala sajian yang mengandung nilai seni demi melestarikan budaya, semakin banyak lagi kantong-kantong seni atau pun talenta-talenta muda, dan pelaku seni yang inovatif dalam kekaryaan, maka kemampuan menguasai piranti teknologi yang sama terus juga akan berkembang pesat.

Memperjuangkan kecintaan pada seni di lingkungan yang masih minim kesadaran akan potensi seni dan budayanya, bukanlah hal yang mudah. Bagi Bang Yebe, seniman yang juga memiliki hobi travelling itu menuturkan bahwa, begitu banyak pro dan kontra. Salah satunya adalah di Dinas terkait dan dengan sesama pelaku seni yang notabene berbeda konsep dan cara berfikir tentang pemahaman seni. 

Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat beliau dan teman-teman dalam memperjuangkan nasib seni dan budaya di Kota Serang. Beliau berharap di masa mendatang, pemerintah atau instansi terkait bisa lebih membantu dengam memberikan porsi yang lebih lagi untuk akses mengembangkan kesenian dan kebudayaan. Dan juga terlebih dahulu memperbanyak event-event kesenian di kota Serang, mungkin setelah itu baru bisa diketahui potensi mana yang mudah untuk dikembangkan.

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan