Mohon tunggu...
Mohammad Iman Mahlil
Mohammad Iman Mahlil Mohon Tunggu... Fraud Examiner & Investigator

Sudut pandang kita berbeda, bahkan data yang sama bisa diartikan berbeda. Mari kita analisa data bersama walaupun interpretasi berbeda

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Disruption adalah... (Dari Pandangan yang Berbeda)

16 Juli 2019   13:00 Diperbarui: 17 Juli 2019   10:38 0 0 0 Mohon Tunggu...

Kata disruption dan millenial beberapa tahun belakangan ini menjadi kata-kata yang sering muncul jika dikaitkan dengan perkembangan zaman saat ini. Jika anda membaca artikel ini untuk mencari arti kata disruption, akan saya kutipkan definisi disruption dari www.kanalinfo.web.id : "inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru". Namun jika anda ada waktu sedikit, saya akan membahasnya dari sudut pandang berbeda.

Hampir seluruh artikel yang pernah saya baca, disruption lebih ditonjolkan pada efeknya, bagaimana efeknya bagi perusahaan-perusahaan yang terdisrupsi, dan perbandingan-perbandingan antara produk dari perusahaan yang terdisrupsi dan perusahaan yang mendisrupsi. Saya akan mencoba membahas "Bagaimana bisa menjadi perusahaan yang bisa mendisrupsi?".

Tidak ada yang terlalu istimewa dari disrupsi, karena semua yang melakukan disrupsi terhadap perusahaan lain memiliki satu kesamaan. Anda akan berpikir, kemudian menjawab : "kesamaan tersebut adalah memberikan service yang lebih baik dibandingkan pemberi service sebelumnya", anda benar, tapi itu tidak cukup, kesamaan para pendisrupsi tersebut adalah kesamaan suatu kompetensi yang menjadi kompetensi inti dari seseorang. Yang jika anda miliki, anda juga bisa mendisrupsi pekerja lain di kantor anda, jika anda seorang pegawai.

Kompetensi secara umum terbagi dua : Hard Competency and Soft Competency. Hard Competency lebih mudah terlihat, bagaimana kemampuan anda menggunakan komputer, bagaimana kemampuan anda berbahasa, dll, dan ini dapat dilatih dengan sekolah dan kursus. Sementara Soft Competency itu susah terlihat, tapi jika anda seorang assessor tentu sangat mudah melihat soft competency orang lain. Persamaan dari para founder perusahaan-perusahaan pendisrupsi tersebut adalah : Level OPP yang tinggi. JIka anda ingin menjadi seseorang yang bisa melakukan disruption dan niat awal anda adalah karena laba, maka anda harus bersabar untuk berhasil, sampai niat anda tersebut membawa OPP anda ke level yang tinggi.

And what is OPP? Jangan tanyakan OPP pakai bahasa Inggris, OPP itu bahasa Indonesia, dan sangat jauh dari OTT yang mungkin lebih terkenal. OPP merupakan singkatan dari Orientasi Pelayanan Pelanggan, yang merupakan soft competency dan merupakan kompetensi dasar yang pasti dimiliki manusia.

OPP seperti soft competency lainnya memiliki tingkatan/ level. Level yang umum dicapai pada kebanyakan orang adalah "mengambil tanggung jawab pribadi" dan level diatasnya "bertindak lebih untuk pelanggan". Kalau dari kata-kata di judul tersebut sepertinya mudah, coba kita lihat maknanya. Di level yang banyak orang sudah mencapainya yaitu "bertindak lebih untuk pelanggan" sudah tersimpan makna : 

  1. Menyediakan diri setiap saat untuk pelanggan/calon pelanggan
  2. Bertindak melebihi yang diharapkan pelanggan/calon pelanggan
  3. Memberikan nilai tambah untuk pelanggan/calon pelanggan

Apakah anda sudah sampai tahap diatas? "Bertindak lebih untuk pelanggan" itu hanya satu level diatas level yang orang pada umumnya telah mencapainya, bukan level tertinggi pada kompetensi OPP ini. Hal ini lah kenapa saat anda membaca ini anda masih merasa penjualan perusahaan anda biasa-biasa saja, atau prestasi karir anda biasa-biasa saja, karena mungkin anda bahkan masih di bawah level kompetensi yang pada umumnya orang miliki. Dan jika anda berpikir pelanggan ada orang yang menggunakan jasa anda atau pembeli produk anda, anda salah besar! Rekan anda, atasan anda, bawahan anda, semuanya adalah pelanggan anda.

Saya akan membahas level OPP yang tinggi  yaitu "Memiliki perspektif jangka panjang". Pada Kamus Kompetensi Spencer&Spencer, level ini merupakan level ketujuh (dari 9 level maksimal) namun di banyak kamus kompetensi di Indonesia, level ini sudah merupakan level tertinggi. Pada level ini anda harus :

  1. Menjadi konsultan bagi pelanggan/calon pelanggan
  2. Menimbulkan ide-ide baru untuk pelanggan mengenai kebutuhan, masalah, peluang dan bagaimana mengimplementasikan dengan cara berbeda.
  3. Memberikan bukti nyata bahwa ide-ide dan cara baru tersebut berhasil bagi pelanggan/calon pelanggan.

Apakah dengan membaca artikel ini anda masih berpikir tentang efek disrupsi pada perusahaan-perusahaan yang telah terdisrupsi, atau jangan-jangan mulai khawatir karena anda (sebagai pegawai) atau perusahaan anda yang berikutnya akan terdisrupsi?

Coba perhatikan perkataan Steve Jobs berikut : "Get closer then ever to your customers. So close that you tell them what they need well before they realize it themselves". Tolong bantu saya untuk menentukan Steve Jobs ada di level OPP keberapa? Menurut saya sudah berada di level maksimal. Saya tambahkan satu lagi dari lokal Indonesia, Gojek Founder Nadiem Makarim berkata : "Harus ada manfaat sosial, bisnis tak melulu cari untung". Dari kata-kata tersebut anda pasti sudah menyadari level mereka dalam melayani pelanggan/ calon pelanggan dan anda tentu juga sudah bisa melihat hasil kerja mereka.

Kita berada di zaman yang tepat untuk menjadi seseorang yang berarti bagi orang lain. Disruption ini adalah sesuatu yang tidak perlu ditakuti atau membuat panik. Kembangkan kompetensi diri anda sampai pada level tertinggi sehingga anda tidak perlu berpikir karena di pikiran anda sudah sangat banyak akan dituangkan dan dimulai.