Mohon tunggu...
Energi

Holding BUMN Tambang Solusi Kemandirian Energi

28 November 2017   13:09 Diperbarui: 28 November 2017   13:20 0 2 2 Mohon Tunggu...
Holding BUMN Tambang Solusi Kemandirian Energi
maxresdefault-5a1cff54a1ea3d055b0910d2.jpg

Lini masa social media sedang ramai memperbincangkan plus minus rencana Kementerian BUMN untuk menyatukan tiga perusahaan tambang dibawah kendali sebuah holding. Ke-tiga perusahaan plat merah yang rencananya akan diakuisisi pemerintah melalui PT Inalum tersebut ialah PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk dan PT Timah Tbk.

Dalam waktu dekat, lewat mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), kepemilikan saham mayoritas di tiga perusahaan BUMN tambang itu pun akan menjadi milik PT Inalum, selaku induk usaha. Kosekwensinya, ke-tiga perusahaan tersebut akan merubah status keperseroan menjadi non persero. Ini memang cukup menggemparkan, mengingat seiring dengan rencana tersebut, muncul isu privatisasi. Publik pun mempertanyakan ide dan rencana Kementerian BUMN. Tidak sedikit yang menolak, tapi banyak juga yang dapat menerima.  

Alih alih mengikuti alur perbincangan panjang mengenai dampak kerugian pembentukan holding BUMN tambang, saya justru lebih tertarik untuk menelusuri lebih dulu raison d'tre atau alasan kenapa holding ini didorong untuk direalisasikan.

Pembentukan holding BUMN komoditas Tambang ternyata bukanlah mendadak ada atau tanpa alasan yang kuat. Berbagai strategi dan target telah disusun pemerintah agar holding yang sudah sejak 2015 digulirkan ini dapat tercapai. Lantas, apa tujuan utama pembentukan holding BUMN Tambang ini?

Ada beberapa tujuan besar yang melandasi didorongnya realisasi holding BUMN tambang. Pembentukan holding akan memberikan banyak manfaat bagi ketiga perusahaan tambang tersebut. Pasalnya, perusahaan tersebut dapat lebih mudah bermanuver untuk mengembangkan bisnis.

Setelah bergabungnya PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk dan PT Timah Tbk ke dalam induk usaha (PT Inalum), korporasi-korporasi itu akan lebih memiliki sinergi dalam pengembangan bisnis. Dengan sinergi melalui penggabungan di bawah PT Inalum selaku induk usaha, membuat aset perusahaan akan menjadi lebih besar.

Efeknya membuat anak usaha bisa meningkatkan permodalan, dimana akses ke perbankan dan penarikan modal akan lebih optimal. Ini artinya, modal, yang merupakan persoalan prinsip, dapat dipecahkan manakala korporasi-korporasi telah bergabung kedalam holding.

Dengan bergabungnya ketiga perusahaan plat merah itu pun akan lebih memungkinkan dalam membagi segmen pasar secara lebih baik.

Selain itu, penyertaan modal yang akan diberikan pemerintah tentu akan memiliki batas. Dengan terbentuknya holding, kebutuhan modal untuk infrastruktur akan terpecahkan. Karena dengan holding, pinjaman yang lebih besar akan dapat dengan mudah ditarik.

Nantinya pun, kemampuan SDM di holding BUMN Tambang akan semakin membaik. Hal itu dikarenakan akan ada sharing knowledge antar anggota holding.

Dengan kata lain, selain efisiensi dan permodalan, terbentuknya holding BUMN Tambang dapat mendongkrak perusahaa-perusahaan tersebut memiliki daya saing di tingkat nasional maupun regional, bahkan bisa masuk jajaran 500 perusahaan terbaik dunia versi majalah Fortune atau Fortune Global 500. Terbentuknya holding BUMN tambang juga membuat investor semakin optimis, mengingat peluang rencana pengembangan usaha yang cukup prospektif kedepannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2