Mohon tunggu...
Leonaldo
Leonaldo Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Dampak Positif dan Negatif Eceng Gondok bagi Masyarakat

23 September 2019   22:47 Diperbarui: 23 September 2019   23:06 0 0 0 Mohon Tunggu...

Pernahkah kamu berpikir "Apakah dampak positif dan dampak negatif dari tanaman eceng gondok di rawa pening?"

  Rawa pening sendiri berada di Kabupaten Semarang. Ada beberapa tempat yang mengelilingi rawa pening, salah satunya adalah Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru. 

   Warga Desa Kebondowo mencari mata pencaharian di rawa pening. Masyarakat Kebondowo tidak hanya bermata pencaharian sebagai nelayan saja, banyak warga menggunakan eceng gondok sebagai mata pencaharian.

   Tanaman bernama latin Eichhornia crassipes memiliki banyak nama di Indonesia yaitu Palembang menyebut eceng gondok dengan sebutan Kelipuk, Lampung menyebut tumbuhan ini dengan nama Ringgak, kemudian di Dayak mentebutnya Ilung-ilung.

   Manfaat dari tumbuhan ini cukup banyak salah satunya adalah sebagai kerajinan anyaman, kerajinan ini sangat di minati oleh para turis lokal maupun manca negara karena keindahan dari kerajinan eceng gondok, tidak hanya itu, eceng gondok juga bermanfaat bagi para petani sebagai pupuk organik yang baik bagi tanaman jenis syuran seperti bayam, wortel, cabai, terong, dan buah-buahan, eceng gondok juga bisa dimanfaatkan sebagai bagan untuk biogas yang ramah lingkungan.

   Eceng gondok tak sengaja ditemukan oleh seorang ilmuan bernama Carl Friedrich Philipp van Martius, seorang ahli botani asal Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di sungai Amazon, Brasil.

   Eceng gondok mempunyai kecepatan tumbuh yang sangat tinggi, tumbuhan ini dianggap gulma yang dapat mencemari lingkungan perairan.

   Eceng gondok mempunyai daun lebar berbentuk bulat menyirip dan tebal yang berfungsi agar mempercepat penguapan, batang eceng gondok berbentuk stolon yang befungsi sebagai alat perkembang biakan vegetatif, tangkai berbentuk bulat menggelembung denganrongga yang penuh dengan udara yang berfungsi untuk mengapungkan tumbuhan di permukaan air, akar eceng gondok merupakan akar yang berjenis serabut yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan saat mangapung di permukaan air agar tidak terbalik dan fungsi rongga yang ada pada akar, batang, dan daun sebagai alat penyimpanan oksigen(O2) dari proses fotosintesis, eceng gondok juga memiliki bunga yang sangat indah.

Selain sebagai kerajinan eceng gondok juga memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan kita, salah satunya adalah untuk memperlancar pencernaan seperti  diare, mual, cacingan, dan juga kembung, selanjutnya adalah untuk menyehatkan kulit karena eceng gondok mengandung sifat antimikroba, antijamur, dan antibakteri yang dapat mengobati gangguan pada kulit.

   Selain memiliki dampak positif, eceng gondok juga memiliki dampak negatif yaitu menghalangi sinar matahari yang masuk kedalam perairan sehingga dapat menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air, kemudian eceng gondok juga sangat mengganggu bagi para nelayan di rawa pening karena eceng gondok mempersulit jalan para nelayan untuk berangkat mencari nafkah maupun saat pulang dari mencari nafkah, dan juga eceng gondok bisa merusak lingkungan di sekitar perairan dan mempercepat pendangkalan air, serta eceng gondok juga dapat merusak estetika perairan karena akar-akar yang rontok akan mengambang dan membuat air terlihat sangat kotor dan terlihat sangat keruh. 

Eceng gondok adalah tumbuhan gulma yang terkadang memiliki dampak positif bagi masyarakat dan juga memiliki dampak negatif pula bagi masyarakat. Apabila habibat eceng gondok tidak berlebihan, eceng gondok dapat memperindah kolam ataupun rawa, akan tetapi apabila habitatnya terlalu berlebihan eceng gondok akan sulit untuk di kendalikan dan akan merusak estetika perairan. Tapi eceng gondok memiliki bunga yang sangat indah bagi para turis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2