Mohon tunggu...
Ay'z Larat
Ay'z Larat Mohon Tunggu...

Nunu oli Nunu seli Nunu karipatu Patue karinunu

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Belajar = Berjudi

24 Maret 2010   08:27 Diperbarui: 26 Juni 2015   17:13 0 0 2 Mohon Tunggu...

Perjudian, berjudi atau kegitan apa saja yang berhubungan dengan dunia judi sering dianggap negatif. Ketika mendengar kata berjudi, pikiran kita langsung menangkap konotasi negatif. Hal ini dipengaruhi oleh cara pandang kita. Mungkin kita menganggap tidakan berjudi sebagai tindakan yang immoral. suatu tindakan moral harus memiliki tujuan yang baik dan mengandung nilai moral. Berjudi tidak memiliki orientasi nilai moral. Bahkan tak jarang kita menganggapnya bertentangan dengan nilai moral. bagi sebaian orang berjudi merupakan tindakan yang melanggar hukum. Sehingga pada saat tertentu kira menonton tindakan pemberantasan terhadap perjudian. di balik konotasi negatifnya, ada hal yang menarik, bermanfaat, dapat dikatakan juga berdayaguna yang dapat kita timaba dari kegiatan berjudi. Dalam berjudi orang selalu berusaha untuk menang. ada orang yang ingin memperoleh uang dengan berjudi. pada kalangan masyarakat yang pendapatan rendah judi bisa menjadi lahan untuk memproleh uang. Menang merupakan salah satu tujuan orang berjudi. ada orang yang berusaha menjadi pawang/master/ sejenisnya dalam dunia  perjudian. hal ini tergambar dalamfilm-film. Untuk mencapai tujuan tersebut orang berusaha untuk merancang dan menyiapkan cara yang terbaik. ada yang belajar dari orang yang dianggapnya pakar. ada juga yang berusaha untuk menemukan sendiri cara bermain yang jitu. tahap in merupakan tahap persiapan. Dalam permainannya, terlihat korang sering berhait-hati dalam membuang kartu. Terkesan mereka waspada terhadap lawan-lawan mainnya. Penuh perhitungan dan pertimbangan. Di sini nampak sebuah kemampuan untuk membaca peluang. Peluang untuk menang. Setiap pemain berusaha untuk membaca kartu lawannya. Ketika ia sadar ia bisa menang bisa langsung menyerang dan mematikan kartu sang lawan. Kalau peluangnya kecil ia akan berusah mencari jalan untuk bertahan. Hal ini nampak dalam semboyan yang penting kembali modal. Dari uraian singkat di atas dapat ditarik dua hal yang menarik dari dunia judi: strategi dan karakter pemain. Menerapkan strategi yang tepat akan mendatangkan kemenagan. Kalau salah strategi maka kekalahanlah yang dialami. karakter yang dimaksud adalah karakter membaca peluang. berkatian dengan hal ini ada dua tipe orang dalam dunia judi. orang yang nekat dan penakut. orang yang nekat adalah orang yang sangat berani memanfatkan peluang yang ada. ada peluang sikat. Resiko kalah siap diterma. Kekurangannya, mereka sering tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dn terkesan oportunis. Berbeda dengan orang yang penakut. para penakut akan lebih berhati-hati dalam mengambil membuang kartu. Mereka berpikir panjang dan memperhitungkan setiap peluang yang ada di depan mata. Sebenarnya baik karena keputusan yang dibuat matang dan tepat. Kekurangannya, peluang yang sebenarnya bisa bimanfaatkan dibiarkan pergi karena banyak pertimbangan yang harus dibuat. Strategi dan kemampuan memaca peluang membuat berjudi seringkali disamakan dengan sepakbola. kita sering menyimak berita tentang para pelatih yang berjudi (perang strategi dan memanfatkan peluang) untuk meraih kemenangan. Dalam dunia pendidikan apakah  boleh dikatakan belajar sejajar dengan berjudi? Pada tertentu belajar dapat disamakan dengan berjudi. Belajar dalam arti yang mendalam adalah usaha mencapai kebenaran. seperti berjudi yang mempunyai tujuan belajar pun memunyai tujuan: caapai kebenaran. Usaha ini terbagi dalam dua bagian. pertama usaha mengisi ratio dengan pengetahuan. dalam tahap ini kita berusaha untuk menyerap sebanyak mungkin informasi, keterangan-keterangan ilmiah dan  memaknai pengalaman hidup kita untuk memperoleh sebuah pengetahuan yang baru. Kita berusaha untuk meyerap apapun supaya berguna bagi pikiran kita dengan mengoptimalkan panca indera. Kedua, usaha untuk mengungkapkan atau menyatakan pengetahuan yang kita miliki. hal ini nampak dalam forum-forum diskusi. Pada tahap kita berusaha agar orang lain mengerti dan menangkap pengetahuan kita juga. Selain itu juga terjadi pemurnian pengetahuan. Kedua usaha ini dapat dijabarkan dalam kegiatan belajar yang pda umumnya kita lakukan: membaca (reading), mendengar (listening), melihat (looking at), menulis (writing) dan berbicara (speaking). Kedua tahap ini bisa terjadi pada saat yang bersamaan ataupun berurutan. Ketika  kita membaca sebuah artikel kita bisa menyerap pengetahuan dan juga saat yang sama kita mengkritisi pikiran penulis. Ketika kita memperhatikan baliho di jalan kita bisa memperoleh sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi pikiran kita. Bisa juga menegaskan pengetahuan yang kita miliki, Belajar tidak hanya tergbatas pada sebuah usaha saja. Belajar membutuhkan juga sebuah stratergi. Strategi untuk membantu kita memperkaya, mengungkapkan dan memurnikakn ide-ide kita. Kita telah berulang kali kita dengar tentang cara membaca yang baik, menulis yang menarik dan berdebat yang efektif. Namun kita kurang melihat apa yang ada di balik cara-cara tersebut.  Itulah strategi untuk menmperoleh dan meurnikan pengetahuan. Strategi untuk membantu kita untuk menang dalamperjudian megagapai kebenaran. Strategi belajar yang baik akan membantu kita untuk memperoleh banyak pengetahuan. Strategi yang kurang baik akan membuat kita berjalan lambat untuk menggapai kebenaran. Bahkan tak jarang kita kebingungan dan tersesat. Belajar juga berhubungan dengan kepribadian seseorang. Kepribadian akan mempengaruhi proses belajar seseorang. kemampuan membaca peluang untuk belajar sangat dibutuhkan. Sama seperti tie orang dalam berjudi kita ada juga tipe-tipe orang dalam membaca peluang belajar. Pertama ada orang yang sangat peka dengan peluang belajar. Orang tersebut sangat antusias dengan setiap kesempatan untuk membaca. ia memanfaatkan kesempatan berdiskusi untuk memyampaikan ide-idenya. Orang ini sakan maju dalam belajar. Dalam konteks ini kecerdasan intelektual seseorang bukan ditentukan oleh kapasitas ratio tapi pada seberapa jauh ia memanfaatkan kesempatan belajar. Kedua orang yang cuek. Ada orang-orang yang cuek. Mungkin ia sudah tahu bahwa membaca adalah kegiatan yang berguna bagi akal budi, tapi ia jarang sekali membaca. Ia tahu diskusi sangat berguna untuk mengembangkan kemampuan speaking, tapi ia tak pernah memanfaatkannya. Ada banyak motif yang di balik orang yang cuek. Rugilah anda yang membiarkan kesempatan belajar berlalu, anda yang sering kurang respek dengan kuliah atau sekolah. Sebab anda membiarkansebuah kesempatan emas berlalu begitu saja. Ada teman-teman kita yang tidakpunya kesempatan untuk belajar seperti anda. ketiga orang yang belum mampu membaca peluang belajar. Salah satu faktornya, belum tumbuh kesadaran untuk memanfaatkan setiap peluang. Oleh karena itu dibutuhkan penanaman nilai-nilai. Nilai efektifitas kesempatan dan waktu belajar. penanaman nilai akan berguna dan merangsang tumbuhnya kesadaran untuk belajar. Bisa termasukdi dalam kategori ini orang-orang yang tidak memiliki kesempatan untuk belajar di dalam lingkup pendidikan fomal. Mereka perlu di bantu untuk sadara bahwa proses belajar tidak hanya dapat terjadi dalam lembaga formal tapi dalam hidup harian mereka. Belajar dari hdiup harian, pengalaman dan belajar dari lingkungan. Bukan hanya saja sepak bola yang dapat disejajarkan dengan berjudi. Belajar juga dapat disamakan dalam berjudi dalam kadar tertentu. Belajar adalah berjudi utuk mencapai kebenaran. adu strategi dan manfaatkan setiap peluang. Non scholae sed vita discimus.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x