Analisis

Kasus Kebohongan Ratna Sarumpaet, Tanda Kepemimpinan Prabowo Lemah dan Mudah Dibohongi

8 Oktober 2018   11:16 Diperbarui: 8 Oktober 2018   11:50 438 0 0
Kasus Kebohongan Ratna Sarumpaet, Tanda Kepemimpinan Prabowo Lemah dan Mudah Dibohongi
ilustrasi ll dokpri

Terbongkarnya informasi hoax yang dimainkan Ratna Sarumpaet menandakan lemahnya integritasnya pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Kubu Prabowo ini dianggap tak mampu membedakan informasi yang benar dan salah. Bahkan, diduga kasus itu juga tak lain 'settingan' dari mereka untuk menciptakan kondisi konflik menjelang Pemilu 2019.

Setelah kasus informasi hoax Ratna Sarumpaet itu terbongkar banyak pendukung Prabowo Subianto yang kini berpindah ke kubu Joko Widodo. Kasus tersebut membuat para pendukung Prabowo yang berpikir rasional pasti berpaling darinya.

Pilihan berpindah dukungan sudah tepat mengingat kubu Prabowo memiliki moral politik yang rendah sebagai oposisi dan pesaing petahana di Pilpres 2019.

Fenomena pindah kubu ini sekaligus memperlihatkan betapa lemahnya kepemimpinan Prabowo. Apalagi, mantan Danjen Kopassus itu sampai gampang dibohongi oleh anak buah sendiri.

Kini publik sudah paham kelompok mana yang kerap menyebarkan informasi hoax di masyarakat. Kita juga sudah memahami kubu mana yang tulus dan bekerja nyata untuk masyarakat, dan mereka yang hanya menyebarkan kebohongan demi ambisi kekuasaan.