Mohon tunggu...
Lency Sherilna Octavia
Lency Sherilna Octavia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Tetap jadi baik, walau tidak diperlakukan dengan baik

hi, happy reading

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pandemi COVID-19 Masih Berlangsung, Universitas Aisyiyah Yogyakarta Terapkan Metode Daring : Solusi atau Pelarian?

18 Januari 2022   10:30 Diperbarui: 18 Januari 2022   10:49 112 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

COVID-19 atau biasa disebut dengan corona virus adalah penyakit menular yang sedang ramai dibicarakan. Jenis virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 yang lalu. Virus ini sekarang menjadi ‘momok’ negara diseluruh dunia. Kasus COVID-19 di Indonesia pertama kali terkonfirmasi pada Maret tahun 2020. World Health Organization (WHO) menyarankan untuk menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan massa. Maka dari itu, pemerinah Indonesia mengeluarkan kebijakan Sosial Distancing, lalu dikeluarkannya surat edaran Direktorat Pendidikan Tinggi No 1 Tahun 2020 mengenai pencegahan, penyebaran COVID-19. Dalam surat edaran diinstruksikan untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah (Study From Home). Kebijakan ini pun disebut dengan Pembelajaran Daring (dalam jaringan).

Pembelajaran Daring/dalam jaringan ini berlangsung mulai awal Maret 2020. Pada pembelajaran daring ini mahasiswa harus aktif dalam mengikuti update informasi di platform mata pelajaran masing-masing. Platform yang digunakan ketika pembelajaran daring ini yaitu ZOOM, Google Meet, Google Classromm, Whatsapp Group, Youtube, Discord dan masih banyak lagi. Adapun para mahasiswa Univesitas Aisyiyah Yogyakarta https://www.unisayogya.ac.id/ dalam menggunakan website LENSA UNISA. Pembelajaran daring ini bisa menjadi inovasi untuk menjawab tantangan teknologi, dan media pemberajaran yang lebih variatif. Pembelajaran daring menggunakan dan waktu yang sesuai dengan kurikulum. Adapun keuntungan dari segi tempat, pembelajaran dari dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Hal ini dikarenakan cukup sulit untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kampus sehingga pembelajaran daring merupakan alternatif yang baik pada saat pandemi.

Ada beberapa manfaat dari pembelajaran daring bagi dosen dan mahasiswa. Bagi mahasiswa pembelajaran daring mewajibkan mereka untuk hadir di perkuliahan. Selain itu, dapat membentuk kemandirian dalam belajar, mendorong interaksis sesama mahasiswa dan juga dosen. Terutama untuk mahasiswa yang tidak aktf berbicara diharapkan akan lebih leluasa menyampaikan suara/pendapat. Sedangkan bagi dosen, pembelajaran daring dapat mengubah gaya mengajar konvensional yang nantinya dapat meningkatkan profesionalitas kerja. Pembelajaran daring juga memberi peluang untuk dosen menilai dan mengevaluasi perkembangan setiap mahasiswanya.

Keberhasilan dalam media pembelajaran daring tidak bisa dipandang dari satu sisi saja. Dari semua literatur dalam e-learning mengindikasikan bahwa tidak semua peserta didik akan sukses dalam pembelajaran online. Hal ini bisa saja karena faktor lingkungan belajaran dan karakteristik dari masing-masing mahasiswa. Banyak mahasiswa yang merasa kurang paham akan materi yang disampaikan, merasa lebih banyak tugas mandiri, dan kesulitan saat melakukan praktikum sendiri. Praktikum yang dilaksanakan secara online (dirumah masing-masing) menjadi kurang bisa dipraktekkan karena keterbatasan alat-alat. Dosen juga tidak bisa mengawasi secara langsung. Dosen juga lebih sulit mengawasi ketika pembelajaran berlangsung, karena keterbatasan kemungkinan ada beberapa mahasiswa yang keiduran saat disampaikannya materi, atau ada juga mahasiswa yang hanya sekedar absen lalu meninggalkan pembelajaran. Selain itu hambatan dari pembelajaran daring ini adalah terbatasnya sinyal internet di beberapa daerah.

Pembelajaran daring memiliki sisi positif dan juga negatif. Hal ini membawa konsekuensi seberapa efektifkan pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Arti kata efektif sendiri menurut KBBI adalah apakah ada efeknya, akibatnya, pengaruhnya dan membawa hasil. Maka dari, itu tingkat keefektifannya bisa dikatakan terukur semua tergantung dari komponen masing-masing dalam proses pembelajaran daring.Mahasiswa diharapkan mandiri dan lebih aktif belajaran bukan hanya mengandalkan materi yang telah disediakan. Para dosen juga diharapkan menyesuaikan kurikulum dengan keadaan saat ini sehingga pembelajaran dari tetap bisa dilaksanakan dan tidak membebani mahasiswanya.Pemerintah juga mengusahakan yang terbaik selama pembelajaran daring, contohnya pemberian subsidi kuota bagi mahasiswa, siswa, guru, dan dosen dalam jangka panjang. Pembelajaran daring juga diperlukan inovasi pembelajaran blended learning saat kondisi sudah mulai membaik dan memungkinkan para mahasiswa dan dosen untuk mengikuti protokol kesehatan di kampus

Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan