Mohon tunggu...
Lely Suryani official
Lely Suryani official Mohon Tunggu... Guru - Guru SD

Saya terlahir dengan nama LELY SURYANI. Saat ini saya sebagai guru di SD N 1 Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah, Kode Pos 53475

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Siapa Tokoh Idolamu? Ini Tokoh Idolaku

8 Oktober 2022   00:17 Diperbarui: 8 Oktober 2022   00:18 363 38 23
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

 

Siapa Tokoh Idolamu? Ini tokoh idolaku

Oleh : Lely Suryani, S.Pd.SD

Aku adalah aku, tidak yang lain. Segala yang melekat pada diriku adalah milikku dan jati diriku. Aku yang terbentuk dan ditempa dari segala  suasana. Selalu siap menerima segala resiko kehidupan. Siap menerjang kebatilan dan kemungkaran, selalu beritikad menebar kebaikan. Kebaikan kebaikan di dunia adalah bekal untuk menuju ke alam lain yang kekal sifatnya. .Karena kehidupan di dunia ini fana adanya. Kita kan kembali ke alam keabadian.

Itulah aku. Makhluk kecil tiada arti di hadapan Ilahi. Hanya bisa berusaha menjadi berarti, namun tak kuasa melawan takdirNya.

Lalu..

Siapa yang dinamakan dengan  tokoh?  Seseorang yang bisa menjadi suri  tauladan, mengemban amanah kebajikan.  Berani melawan kezaliman.  Ini baru kriteria dasar dari tokoh.  banyak kriteria - kriteria lain yang kesemuanya merujuk pada sebuah keistimewaan. Keistimewaan yang dapat dilihat dan pastinya akan  membawa pandangan dan penilaian bagi orang  - orang di lingkungannya.

Berbeda lagi dengan tokoh idola, selain kriteria istimewa yang melekat pada dirinya, ada dorongan kuat dari orang lain untuk mengikutinya. Orang lain berkeinginan meniru sisi - sisi yang dipandangnya. Hal ini terjadi karena setiap insan memiliki kelebihan yang berbeda - beda. juga kebutuhan  yang tidak sama. Jadi, setiap kalangan, setiap komunitas, setiap  kelompok, setiap individu sekalipun, bisa saja tokoh idolanya berbeda  -beda pula.Misal di dunia Pendidikan ada tokoh idola KI Hajar Dewantara. 

Karena tokoh idola adalah sosok yang dikagumi dan  hendak ditiru, maka tokoh idola ini tidak mengenal  batasan usia tertentu.  Mulai dari anak - anak hingga usia dewasa, bisa saja menjadi tokoh idola atau kelompok yang mengidolakan.  Para pengikutnya menginginkan sesuatu yang sama atau melebihi sang idola. Bisa terjadi dari hanya meniru sang idola, si peniru bakal lebih berhasil dari tokoh idolanya. Ada juga yang sudah bersusah payah, mengusahakan dengan segala daya upaya agar bisa seperti sang idola, namun hasilnya nihil alias tidak berhasil. Diperparah lagi jika tidak nampak keberhasilan setelah meniru idolanya, ia akan membabi buta, atau gelap mata demi sebuah kesuksesan meniru idolanya.

Wah... dunia ini memang panggung sandiwara,  banyak hiasan dan variasi untuk memperindah penampilan. banyak tokoh yang tumbang di arena, atau sebaliknya, banyak figuran yang menjulang bersinar mengalahkan siapapun rivalnya. Sinar yang gemilang akan redup seiring dengan menghilangnya kharisma dari sang tokoh yang tidak mampu bertahan. Jika hal ini terjadi, lambat laun orang - orang yang mengidolakan nya, akan meninggalkannya dalam kesendirian,Apakah mereka akan kekal dan tetap menjadi idola selamanya? Jawabnya  tidak akan ada yang kekal di dunia ini. 

Itulah segelintir pesona dunia yang merupakan fatamorgana. Bayangan semu yang bisa menghipnotis manusia.   Terkadang bisa membuat manusia lupa daratan atas nikmat yang didapatnya, tanpa adanya rasa syukur penuh dusta. Tanpa mengingat siapa yang menjadi panutan hidupnya, siapa  yang telah memberi nikmat itu semua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan